Investortrust Dorong Ekosistem ‘Beyond Banking’ untuk Perkuat Solopreneur dan UMKM
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Investortrust mendorong ekosistem beyond banking untuk memperkuat solopreneur dan UMKM, melalui penyelenggaraan Seminar Beyond Banking: Memperluas Ekosistem Terintegrasi dari Konsumen hingga Solopreneur, Kamis (23/7/2026).
CEO Investortrust Primus Dorimulu menjelaskan, transformasi digital telah mengubah paradigma industri perbankan dan kewirausahaan secara mendasar. Menurutnya, perbankan tak lagi hanya dipandang sebagai lembaga penghimpun dana dan penyalur kredit, melainkan telah berkembang jadi bagian dari ekosistem digital yang menghubungkan berbagai kebutuhan ekonomi masyarakat.
“Perubahan inilah yang melahirkan konsep Beyond Banking, yaitu model bisnis perbankan yang mengintegrasikan layanan keuangan dengan berbagai layanan nonkeuangan dalam satu ekosistem,” ujar Primus di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Dia merinci, beyond banking merupakan evolusi dari open banking. Dalam konsep ini, bank bertransformasi dari penyedia produk keuangan menjadi penyedia platform yang menghubungkan nasabah dengan berbagai layanan, seperti pembayaran digital, investasi, asuransi, akuntansi, logistik, hingga marketplace.
“Dalam paradigma itu, bank tidak lagi sekadar menjual produk, melainkan mendampingi seluruh perjalanan ekonomi nasabah (customer journey),” simpulnya.
Salah satu kelompok yang menjadi pusat perhatian dalam ekosistem tersebut adalah solopreneur, yaitu individu yang membangun dan menjalankan usaha secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi digital.
Berkat perkembangan internet, media sosial, cloud computing, marketplace, dan kecerdasan buatan (AI), seseorang kini dapat mengelola bisnis sendiri tanpa organisasi yang besar.
Primus mencontohkan bahwa solopreneur mencakup kreator konten, freelancer, konsultan, pengembang aplikasi, desainer, pedagang daring, hingga pelaku usaha mikro berbasis digital.
“Mereka merupakan wajah baru kewirausahaan yang lebih fleksibel, adaptif, dan produktif. Sejalan dengan berkembangnya ekonomi digital dan gig economy, kelompok ini diperkirakan akan menjadi salah satu sumber utama lahirnya wirausaha baru di Indonesia,” tandasnya.
Primus pun memandang, kini konsumen tidak hanya dimaknai sebagai pengguna barang atau jasa, tetapi sebagai titik awal perjalanan kewirausahaan. Mengingat, seorang konsumen dapat berkembang menjadi penjual daring, kemudian menjadi solopreneur, naik kelas menjadi pelaku UMKM, hingga akhirnya membangun perusahaan yang lebih besar.
Perjalanan tersebut, menurut Primus, memerlukan dukungan ekosistem terintegrasi, yakni keterhubungan antara bank, fintech, marketplace, sistem pembayaran, logistik, investor, regulator, dan penyedia teknologi yang bersama-sama menciptakan nilai tambah bagi pelaku usaha.
Oleh karena itu Invstortrust membawa tema diskusi ‘Beyond Banking: Memperluas Ekosistem Terintegrasi dari Konsumen hingga Solopreneur’ yang mencerminkan paradigma baru industri jasa keuangan.
“Fungsi bank kini mampu memperluas inklusi keuangan, mempercepat pertumbuhan ekonomi digital, memperkuat sektor UMKM, serta mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha yang berdaya saing sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
