SMF Bukukan Laba Rp 391 Miliar pada Semester I-2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah kondisi perekonomian global yang penuh ketidakpastian, kinerja PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF tetap mumpuni. Selama semester I-2026, kinerja keuangan perseroan tetap terjaga ditunjukkan dengan perolehan laba bersih mencapai sebesar Rp 391 miliar.
“Setelah dipotong oleh beban, pajak, dan CKPN [Cadangan Kerugian Penurunan Nilai] laba bersih kita first half adalah Rp 391 miliar naik dibandingkan first half 2025 sebesar Rp 292 miliar,” kata Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Berdasarkan paparannya, sepanjang semester I-2026, SMF membukukan pendapatan sebesar Rp 1,70 triliun, meningkat 6,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,60 triliun. Sementara itu, beban, pajak, dan CKPN tercatat sebesar Rp 1,3 triliun atau naik 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penguatan peran SMF ditopang oleh kinerja keuangan yang tetap terjaga. Hingga Juni 2026, total aset perseroan mencapai Rp 68,29 triliun, meningkat 21,79% dibandingkan posisi Juni 2025 sebesar Rp 56,07 triliun. Sementara itu, liabilitas SMF tercatat sebesar Rp 40,35 triliun, meningkat 14,23% dibandingkan Juni 2025. Sementara itu, ekuitas tumbuh 34,65% dibandingkan Juni 2025 menjadi Rp 27,95 triliun.
Kualitas aset juga tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan net sebesar 0,00%.
Sepanjang semester I-2026, penyaluran pembiayaan SMF mencapai Rp 14,09 triliun. Dukungan tersebut disalurkan kepada lembaga keuangan penyalur pembiayaan perumahan guna memperkuat kapasitas penyaluran kredit pemilikan rumah kepada masyarakat.
“SMF terus berupaya memastikan tersedianya likuiditas jangka panjang bagi lembaga keuangan penyalur pembiayaan perumahan. Peran ini menjadi semakin penting karena pembiayaan perumahan memiliki karakteristik jangka panjang, sementara sumber pendanaan lembaga keuangan pada umumnya berjangka lebih pendek,” ujar dia.
Baca Juga
Genap Usia 21 Tahun, SMF Jaga NPL di Bawah 0,5% dan Salurkan Pinjaman Rp 141 Triliun
Selain melalui penyaluran pembiayaan, SMF menjalankan fungsi sebagai liquidity provider melalui sekuritisasi aset kredit perumahan. Hingga Juni 2026, perseroan telah memfasilitasi 17 transaksi sekuritisasi dengan nilai akumulasi mencapai Rp 14,21 triliun.
Sekuritisasi memungkinkan lembaga keuangan melakukan recycle atas aset kredit perumahan menjadi sumber likuiditas baru sehingga kapasitas penyaluran pembiayaan dapat terus ditingkatkan.
Dalam menjalankan fungsi sebagai alat fiskal pemerintah, SMF juga berperan menyediakan dana pendamping sebesar 25% dalam Program Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau KPR FLPP. Pendanaan tersebut berasal dari skema blended finance antara Penyertaan Modal Negara (PMN) dan dana hasil penerbitan surat utang SMF.
Hingga Juni 2026, akumulasi PMN yang diterima SMF untuk mendukung Program KPR FLPP mencapai Rp17,91 triliun. Dana tersebut berhasil dioptimalkan melalui pendanaan dari SMF sehingga menghasilkan total penyaluran sebesar Rp 36,77 triliun untuk mendukung pembiayaan 962.650 unit rumah.
Baca Juga
