Outstanding Pembiayaan Emas Bank Muamalat Tembus Rp 1,9 Triliun di Semester I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja solid pada pembiayaan emas. Hingga semester I 2026, outstanding pembiayaan emas melalui produk Solusi Emas Hijrah mencapai Rp 1,9 triliun atau melonjak 537% secara year on year (yoy).
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengungkapkan, di sisi bersamaan total booking emas nasabah telah melampaui 1,2 ton, dengan sekitar 54% di antaranya berupa logam mulia dari PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM).
“Kami berharap pembiayaan emas Bank Muamalat dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam mewujudkan berbagai tujuan keuangan sesuai prinsip syariah, antara lain untuk pelunasan haji, dana pendidikan anak, hingga perencanaan masa depan keluarga,” ujarnya, dalam keterangan pers, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga
Gelar Synergy Roadshow di Enam Kota, Bank Muamalat Siap Hadapi Semester II-2026
Genjot Pembiayaan Emas
Sebagai upaya untuk mendorong pembiayaan serta memperkuat ekosistem emas nasional, Bank Muamalat menjalin kerja sama strategis dengan Antam dalam distribusi logam mulia melalui skema wholesaler.
Ricky mengatakan, kerja sama dengan Antam diharapkan semakin memperluas distribusi emas, memperkuat rantai pasok emas nasional, sekaligus meningkatkan akses masyarakat maupun badan usaha terhadap investasi emas yang sesuai dengan prinsip syariah.
“Kami optimistis inisiatif terbaru ini akan membawa benefit bagi kedua belah pihak serta mendorong investasi emas syariah di masyarakat dengan dukungan pasokan emas berkualitas dari Antam,” katanya.
Baca Juga
Muamalat DIN Kembali Raih Penghargaan Reader’s Choice Best Sharia Mobile Banking
Menurut Ricky, tren peningkatan permintaan emas tak terlepas dari semakin baiknya literasi keuangan masyarakat. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas dinilai semakin diminati karena mampu berperan sebagai aset lindung nilai (safe haven) sekaligus menjadi instrumen perencanaan keuangan jangka panjang.
Bagi kalangan korporasi, lanjut dia, kepemilikan emas juga menjadi bagian dari strategi pengelolaan risiko untuk memperkuat kondisi keuangan perusahaan. Selain itu, emas dapat dimanfaatkan sebagai salah satu instrumen investasi bagi program kesejahteraan karyawan.
Dalam kerja sama tersebut, Antam dan Bank Muamalat akan bersinergi dalam perdagangan emas fisik logam mulia Antam melalui jaringan kantor cabang maupun kanal digital Bank Muamalat.
Direktur Komersial Antam Handi Sutanto mengatakan, kemitraan tersebut merupakan bagian dari komitmen pihaknya untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk logam mulia sekaligus memperkuat ekosistem emas nasional melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
“Sinergi bersama Bank Muamalat diharapkan dapat memperluas distribusi logam mulia Antam, meningkatkan literasi investasi emas, serta mendukung pengembangan ekosistem emas nasional yang semakin inklusif dan berkelanjutan,” ucapnya.
Ia berharap, kolaborasi tersebut tak hanya memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan, tapi juga memperkuat industri emas nasional serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi yang aman dan bernilai dalam jangka panjang.
