Antisipasi Dampak Ketidakpastian Ekonomi, Sompo Indonesia Perkuat Disiplin Underwriting
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia) terus memperkuat disiplin underwriting sebagai strategi utama untuk menghadapi tantangan industri asuransi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik.
Direktur Sompo Indonesia Erixon Hutapea mengungkapkan, industri asuransi saat ini masih dibayangi berbagai risiko eksternal, mulai dari dampak pandemi covid-19 yang sempat mengguncang perekonomian global hingga meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia.
“Kalau kita lihat kan sebenarnya faktor eksternal, dulu kan Covid yang sangat luar biasa. Setelah itu ada konflik Ukraina dengan Rusia, lalu saat ini Amerika, Israel, dengan Iran. kita memang melihat secara global yang dialami seluruhnya permasalahan ekonomi,” ujarnya, kepada Investortrust, di sela-sela Sompo Festival, Jakarta Sabtu (27/6/2026).
Baca Juga
Hadapi Inflasi Medis Tinggi, Sompo Indonesia Terapkan Asuransi Kesehatan yang Prudent
Selain tantangan global, lanjut Erixon kondisi ekonomi domestik juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi pelaku industri asuransi. Oleh karena itu, Sompo Indonesia memilih tetap mengejar pertumbuhan bisnis, namun dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Yang paling penting buat kami dalam situasi seperti ini tentu kami ingin tetap growth tapi dengan prudent. Jadi bagaimana harus disiplin underwriting-nya,” katanya.
Baca Juga
Sompo Indonesia Rayakan 51 Tahun Perjalanan Lewat Festival Seni, Kesehatan, dan Budaya
Erixon menjelaskan, dampak perlambatan ekonomi belum dirasakan secara merata oleh seluruh lini bisnis asuransi. Salah satu segmen yang dinilai paling terdampak adalah asuransi marine cargo, seiring melambatnya aktivitas ekspor dan impor akibat ketidakpastian geopolitik.
“Yang paling terdampak mungkin sekarang kalau saya lihat itu marine cargo, karena semua orang di kondisi geopolitik (yang tidak pasti) akhirnya semua pengusaha mencoba untuk menahan diri untuk ekspor maupun impor,” ucapnya.
“Kalau dilihat datanya secara industri juga marine cargo di kuartal satu itu lumayan turun,” sambung Erixon.
