Hadapi Inflasi Medis Tinggi, Sompo Indonesia Terapkan Asuransi Kesehatan yang Prudent
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia) mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan di tengah tantangan inflasi medis yang terus membayangi industri asuransi kesehatan. Perusahaan menjelaskan, tak akan mengejar pertumbuhan premi semata apabila berpotensi menggerus profitabilitas.
Direktur Sompo Indonesia Erixon Hutapea mengungkapkan, pihaknya menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent) dalam mengelola bisnis asuransi kesehatan, baik untuk segmen individu maupun korporasi (grup).
“Dalam menjual asuransi kesehatan ini kami sangat prudent, karena kita lihat misalnya faktor inflasi kesehatan kemarin kan tahun 2025 itu 14% kalau tidak salah. Kalau asuransi individu ini dihitung secara proper, dengan aktuaris semuanya dilibatkan, dihitung juga termasuk inflasi medis semuanya,” ujarnya kepada Investortrust, di sela-sela Sompo Festival, Jakarta Sabtu (27/6/2026).
Sementara pada segmen asuransi kesehatan secara grup, lanjut Erixon, Sompo Indonesia tetap mengutamakan keberlanjutan bisnis dibanding mengejar volume premi semata. Hal tersebut dilakukan melalui evaluasi terhadap penetapan premi secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari loss ratio, inflasi medis, hingga proyeksi risiko di masa mendatang.
Baca Juga
Sompo Indonesia Rayakan 51 Tahun Perjalanan Lewat Festival Seni, Kesehatan, dan Budaya
“Kalau asuransi kesehatan misalnya loss ratio-nya katakan tahun lalu tinggi, kami hitung dengan harga yang proper. Kalau misalnya customer misalnya tidak bisa memenuhi sesuai dengan harapan kami, ya kami tidak apa-apa. Jadi top line adalah suatu hal, tapi kalau top line-nya akhirnya buat kita tidak profit kan tidak bagus juga. Jadi itu kami tetap prudent,” katanya.
Erixon menambahkan, penyesuaian premi memang dilakukan apabila diperlukan, namun bukan berarti perusahaan membebankan harga yang berlebihan kepada nasabah. Semuanya telah dihitung secara baik oleh tim aktuaris Sompo Indonesia.
Menurutnya, saat ini lini bisnis asuransi kesehatan menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap total pendapatan premi Sompo Indonesia. Berdasarkan kinerja 2025, tiga penyumbang premi terbesar perusahaan secara berurutan antara lain asuransi kendaraan bermotor, properti, dan kesehatan. Namun, Erixon tak merinci berapa persentase premi dari tiga lini bisnis tersebut dari total premi perusahaan.
“Top three di kami kalau seingat saya di 2025 kemarin itu, nomor satu kendaraan bermotor, kemudian properti, nah yang ketiga ini lini kesehatan. Karena memang kami melihat ini, kesehatan ini ke depannya merupakan suatu yang sangat-sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ucap Erixon.
