BPJS Kesehatan Ungkap Beban JKN Melonjak Jadi Rp 158,8 Triliun, Inflasi Medis Jadi Tantangan Bersama
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - BPJS Kesehatan mengungkapkan beban pembiayaan dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan kenaikan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dan inflasi medis.
Menurut Analis Kebijakan Penjaminan Manfaat Rujukan Pratama BPJS Kesehatan Inka Chaditiany, nilai beban penjaminan JKN meningkat signifikan dari Rp 90,3 triliun pada 2021 menjadi Rp 158,8 triliun pada 2023.
“Jadi peningkatannya ini cukup drastis. Ini kita lihat dari tahun ke tahun, tidak mungkin turun biaya pelayanan kesehatan itu, selalu meningkat,” ujarnya, dalam webinar bertajuk Health Insurance in the Era of Cost Sharing, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga
Beban Lebih Tinggi Ketimbang Pendapatan, Rasio Klaim BPJS Kesehatan Tembus 108,72% per April 2026
Menurut Inka, peningkatan biaya pelayanan kesehatan merupakan tantangan yang dihadapi seluruh penyelenggara jaminan kesehatan, baik BPJS Kesehatan maupun perusahaan asuransi komersial.
Ia menambahkan, rata-rata pemanfaatan layanan kesehatan dalam program JKN mencapai 725,3 juta kunjungan per tahun atau sekitar 2 juta kunjungan setiap hari.
“Kita lihat beban ini tentunya akan mencerminkan betapa besarnya kebutuhan perlindungan kesehatan masyarakat Indonesia atas pelayanan kesehatan,” kata Inka.
Baca Juga
Cakupan JKN Tembus 99%
Di lain sisi, BPJS mencatat cakupan kepesertaan Program JKN telah mencapai 99,02% populasi Indonesia atau sekitar 285 juta jiwa per 1 Juni 2026. Inka menyatakan, pencapaian tersebut menjadi salah satu keberhasilan terbesar sistem jaminan kesehatan nasional dalam satu dekade terakhir.
“Kita perlu berbangga sebagai warga Indonesia, di mana populasi cakupan kepesertaan kita ini dapat mencapai lebih dari 90% dalam waktu pencapaian kurang lebih 10 tahun implementasi JKN,” ucapnya.
Meski begitu, Inka mengatakan tantangan yang dihadapi saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan jumlah peserta, tapi memastikan akses layanan kesehatan yang merata di seluruh Indonesia. Saat ini, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.679 fasilitas kesehatan tingkat pertama dan 3.221 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut.
“Tantangan lainnya adalah terkait dengan perluasan akses gitu ya.bagaimana 285 juta peserta ini dapat mengakses gitu ya mengakses layanan kesehatan yang setara tanpa diskriminasi, baik dari ujung Indonesia sebelah Barat sampai dengan ujung Indonesia sebelah Timur,” ujar Inka.
