Rupiah Bergerak Melemah di Awal Pekan, Masih Berpotensi Menguat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (25/5/2026). Rupiah bergerak melemah 0,03% ke Rp 17.722 per dolar AS pada pukul 09.19 WIB berdasarkan Bloomberg. Pergerakan rupiah yang menguat mulai terlihat pada pukul 09.53 WIB. Depresiasi rupiah terpangkas menjadi 0,01% di posisi Rp 17.718 per dolar AS.
Chief Analyst Doo Financial Future Lukman Leong mengatakan, rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS. Kondisi ini dipicu harapan perdamaian di Timur Tengah.
Harga minyak mentah dunia yang turun merespon pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang mengatakan bahwa perudingan dengan Iran berjalan secara 'konstruktif'," kata Lukman.
Baca Juga
Mendekati pukul 10.00 WIB, sejumlah mata uang di kawasan Asia bergerak menguat terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,23%, dolar Hongkong menguat 0,01%, yen Jepang menguat 0,21%, dan rupee India menguat 0,53%.
Ringgit Malaysia menguat 0,36%, peso Filipina menguat 0,47%, dan dolar Singapura menguat 0,25%, serta baht Tailan menguat 0,65%.
Dilaporkan investortrust.id, harga minyak dunia anjlok lebih dari 4% pada perdagangan Minggu (24/5/2026) waktu AS. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz menunjukkan perkembangan positif.
Dikutip dari CNBC, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun hampir 5% menjadi US$ 92,05 per barel, sedangkan minyak acuan global Brent melemah hampir 5% ke level US$ 98,88 per barel.
Baca Juga
Dalam unggahan media sosialnya, Trump menyatakan negosiasi berlangsung secara “tertib dan konstruktif”, namun ia meminta tim perunding AS tidak terburu-buru mencapai kesepakatan.
“Negosiasi berjalan secara tertib dan konstruktif, dan saya telah menginstruksikan perwakilan saya untuk tidak terburu-buru karena waktu berada di pihak kita,” tulis Trump.

