Kala FIFGROUP Mendampingi Perjalanan Nasabah Meraih Impian
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – “Selamanya kita, tak akan berhenti mengejar matahari” potongan lagu Ari Lasso yang berjudul Mengejar Matahari ini bisa menjadi gambaran bahwa impian harus terus dikejar.
Impian itu tengah dikejar oleh dua nasabah DANASTRA, Sukniasih (42) dan Arianto (51). Keduanya mengatakan, untuk menggapai impian ada perjalanan dan perjuangan yang harus dilalui. Bagi mereka, DANASTRA yang merupakan bagian dari PT Federal International Finance (FIFGROUP) bukan hanya lembaga pembiayaan, melainkan bagian dari perjalanan panjang yang membantunya terus melangkah dan mewujudkan impian.
Di salah satu sekolah dasar di desa dekat wilayah Cirebon, tepatnya di SD Sumeruni, Sukniasih atau yang akrab disapa Cici merupakan guru yang terus berjuang mengejar harapan dan mimpinya. Berasal dari kota kecil, ia memegang pesan ibunya bahwa ia harus berpendidikan tinggi.
“Ibu saya selalu bilang, perempuan akan terlihat cantik dengan pendidikan. Memang ibu saya hanya lulusan SD dan ini mungkin impian ibu saya yang melalui saya harus dikejar. Terkadang, saya merasa seperti guru desa, tetapi saya tidak pernah berkecil hati,” ungkapnya kepada Investortrust, baru-baru ini.
Perempuan kelahiran 29 Maret 1984 itu kini tengah menempuh S3 di Universitas Negeri Semarang dengan peminatan pendidikan. Namun di balik itu ada perjuangan yang harus dilalui selain ia harus bolak balik Cirebon – Semarang, ia juga harus mencari pendanaan untuk biaya kuliahnya sekitar Rp 10 juta per semester.
“Saya menggadaikan BPKB dari motor yang memang saya beli dari FIFGROUP. Karena mudah dan tidak memberatkan, saya sudah beberapa kali pinjam untuk biaya pendidikan saya. Jadi bagi saya FIFGROUP bukan cuma soal motor atau pinjaman, tapi tentang perjalanan hidup saya untuk mencapai impian,” ujarnya.
Perjalanannya dimulai sejak mengajar di tahun 2005. Di sela kesibukan mengajar, ia memutuskan kembali kuliah demi menambah ilmu. Perjuangannya membuahkan hasil ketika di masa kuliah ia lolos menjadi guru ASN kontrak. Di saat yang sama, ia mulai mengenal DANASTRA dari FIFGROUP sebagai solusi pembiayaan yang membantunya memenuhi kebutuhan transportasi hingga pendidikan.
Cici awalnya mengambil Pendidikan Bahasa Inggris di Cirebon, kemudian mengambil S1 lagi di Universitas Muhammadiyah Cirebon untuk Pendidikan Dasar. Setelah lulus pada 2023, ia melanjutkan S2 dan kini menempuh S3 Pendidikan Dasar di Universitas Negeri Semarang.
Baca Juga
Astra’s FIFGROUP Appoints Indra Gunawan as CEO as Profits Hit $291 Million
Nasabah FIFGROUP cabang Cirebon ini mengaku sudah menjadi nasabah FIFGROUP sejak masih gadis hingga kini memiliki tiga anak. Motor pertamanya dibeli melalui FIFGROUP, mulai dari Honda Beat, Scoopy, Supra X, hingga Beat kembali. Total sudah empat kali ia membeli motor melalui pembiayaan FIFGROUP.
“Kadang orang aneh yah melihat saya pinjam uang hanya untuk belajar lagi, padahal sudah tidak muda lagi dan sudah punya anak yang tahun depan mau kuliah. Tapi bagi saya ini adalah proses perjuangan. Saya belajar mengatur waktu, uang, kesehatan, dan kehidupan,” ujarnya seraya menambahkan bahwa ia akan meminjam lagi di DANASTRA untuk uang kuliah anak pertamanya tersebut.
Perjalanan akademik Cici memang penuh prestasi. Saat kuliah, ia pernah lolos seleksi guru penggerak di tengah persaingan ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan di Cirebon. Pengalaman itu semakin memperkuat keyakinannya bahwa pendidikan dapat mengubah hidup seseorang. “Pengetahuan membuat kita bahagia, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga keluarga dan orang lain,” ucap ia.
Narasi senada juga diceritakan Arianto. Di tengah hiruk pikuk pasar tradisional Jakarta, Arianto, pedagang tahu Bandung yang berasal dari Cilacap, kini memiliki lima lapak di pasar (Pondok Bambu, Matraman, Enjo, Pondok Kelapa, dan Cikini) dan enam karyawan. Namun di balik pencapaiannya saat ini, tersimpan kisah perjuangan panjang yang dimulai dari berjualan tahu menggunakan sepeda selama tiga tahun di kawasan Duren Sawit.
Perjalanan usahanya mulai berubah ketika ia bertemu dengan pihak DANASTRA yang menawarkan pinjaman modal usaha. Saat itu Arianto sempat ragu karena tidak memiliki jaminan besar untuk mengajukan pinjaman.
“Suatu hari saya bertemu orang dari DANASTRA. Saya ditawari pinjaman. Saya bilang tidak punya jaminan. Mereka bilang kalau punya BPKB motor bisa dipakai,” kata pria kelahiran 5 Desember 1975 tersebut.
Dengan jaminan motor Supra miliknya, Arianto akhirnya memperoleh pinjaman pertama sebesar Rp 5 juta. Dana tersebut menjadi titik awal pengembangan usahanya. Sejak saat itu, nasabah FIFGROUP cabang Jakarta Pusat 2 tersebut mengaku sudah lebih dari empat kali mengajukan pinjaman untuk memperbesar usahanya.
Usahanya pun berkembang pesat. Arianto menyebut penjualan tahu Bandungnya kini bisa mencapai sekitar 4.000 potong per hari. Dari hasil usahanya, ia mampu menghidupi keluarga secara layak sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
Meski demikian, Arianto mengaku cita-citanya bukan sekadar memperbesar usaha, tetapi juga membantu orang lain mendapatkan pekerjaan. “Saya ingin usaha saya maju dan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Karena sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat buat orang lain,” ungkap ia.
Ekosistem Finansial yang Berkelanjutan
Corporate Planning & Communication Division Head FIFGROUP Benny Setiawan mengatakan, perusahaan memposisikan diri sebagai perusahaan pembiayaan yang tidak hanya fokus pada satu kebutuhan, tetapi membangun ekosistem finansial yang berkelanjutan. Melalui FIFASTRA, perusahaan hadir di tahap awal kepemilikan kendaraan, khususnya sepeda motor baru Honda. Sementara DANASTRA melanjutkan peran tersebut dengan menyediakan solusi pembiayaan multiguna bagi konsumen existing maupun baru.
“Dengan pendekatan ini, FIFGROUP tidak hanya melayani kebutuhan awal, tetapi juga terus mendampingi konsumen dalam memenuhi kebutuhan finansial berikutnya,” ucapnya.
Benny menuturkan, secara strategis, DANASTRA dihadirkan untuk menjawab kebutuhan lanjutan konsumen yang sudah memiliki aset berupa sepeda motor, namun masih membutuhkan akses pembiayaan untuk berbagai keperluan produktif maupun konsumtif.
“Sebagai bagian dari FIFGROUP yang merupakan anak usaha PT Astra International Tbk dan bagian dari Astra Financial, DANASTRA juga didukung oleh reputasi yang kuat sehingga terpercaya dan aman, serta fleksibel digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti pendidikan, kesehatan, hingga renovasi rumah,” ungkap ia.
Presiden Direktur FIFGROUP Indra Gunawan menambahkan, semangat #TemanMeraihImpian merepresentasikan komitmen FIFGROUP untuk hadir sebagai mitra finansial yang tidak hanya memberikan layanan pembiayaan, tetapi juga mendukung perjalanan hidup konsumen.
FIFGROUP sebagai informasi sudah memasuki usia ke-37 tahun pada 1 Mei 2026 lalu dengan mengusung tema “Teman Meraih Impian”. Tema ini mencerminkan peran perusahaan tidak hanya sebagai penyedia layanan pembiayaan, tetapi juga sebagai bagian dalam perjalanan hidup masyarakat Indonesia.
Selain DANASTRA, ada juga layanan FIFASTRA untuk pembiayaan sepeda motor Honda, SPEKTRA untuk pembiayaan alat elektronik dan perabot rumah tangga, FINATRA yang menyediakan layanan pembiayaan usaha mikro, serta AMITRA yang melayani pembiayaan syariah porsi haji, umrah, dan pembiayaan syariah lainnya.
Terkait target kinerja DANASTRA terhadap FIFGROUP, sebut Benny, untuk tahun 2026 ini jumlah total nilai pembiayaannya ditargetkan naik 4% secara tahunan. Adapun jumlah total unit yang dibiayai DANASTRA untuk tahun 2026 ditargetkan naik sebesar 7% dibandingkan capaian sepanjang tahun lalu.
“Prospek pembiayaan multiguna tetap positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan akses dana yang cepat dan fleksibel, meskipun maraknya pinjaman ilegal menjadi tantangan,” ujarnya.
Baca Juga
Peringati Hari Kartini, FIFGROUP Hadirkan Aktivasi Interaktif di MRT
Peran Penting
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman mengatakan, industri pembiayaan memiliki peran strategis sebagai penggerak aktivitas ekonomi riil, pendukung pembiayaan produktif, dan pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Data terbaru OJK menyebutkan kinerja industri perusahaan pembiayaan pada Maret 2026 menunjukkan dinamika beragam di mana segmen pembiayaan multiguna tetap menjadi tulang punggung industri. Pada Maret 2026, penyaluran pembiayaan multiguna tumbuh 1,32% secara tahunan menjadi Rp 258,45 triliun, menggenggam pangsa 50,27% dari total pembiayaan.
Dominasi ini juga tercermin dari pembiayaan baru bulan Maret 2026 yang mencapai Rp 43,15 triliun, di mana 48,55% berasal dari segmen multiguna. Kemudian, pembiayaan modal kerja tercatat meningkat 6,15% menjadi Rp 54,87 triliun. Dari sisi pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hingga Maret 2026 mencapai Rp 160,60 triliun atau 29,54% dari total piutang pembiayaan industri.
Peneliti Center of Macroeconomics and Finance INDEF Riza Annisa mengatakan, lembaga pembiayaan memiliki peran penting dalam membantu masyarakat dan pelaku usaha memperoleh akses pendanaan yang cepat dan fleksibel, terutama bagi mereka yang belum sepenuhnya terjangkau layanan perbankan.
“Dukungan pembiayaan mampu memperkuat perekonomian nasional karena membantu UMKM berkembang dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Tapi dia seperti dua sisi mata uang, di satu sisi memudahkan di sisi lain harus diikuti literasi yang baik,” ujarnya.

