Pembiayaan Multifinance Maret 2026: Multiguna Dominan, Mobil Listrik Melonjak 31,63%
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja industri perusahaan pembiayaan (multifinance) pada Maret 2026 menunjukkan dinamika beragam.
Meski penyaluran kendaraan bermotor baru maupun bekas mengalami kontraksi, segmen pembiayaan multiguna tetap mendominasi, sementara pembiayaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) mencatat pertumbuhan signifikan.
Data OJK per Maret 2026 menunjukkan, penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor roda empat baru terkontraksi 3,17% secara year on year (yoy) menjadi Rp 146,56 triliun. Sementara, pembiayaan kendaraan bekas terkontraksi lebih dalam, yakni 7,67% (yoy) menjadi Rp 86,73 triliun. Meski begitu, pembiayaan mobil baru masih mendominasi dengan porsi 26,95% dari total outstanding industri multifinance.
Di lain sisi, pembiayaan kendaraan EV dan hybrid menunjukkan tren positif. Pembiayaan mobil listrik/hybrid oleh industri multifinance pada Maret 2026 tumbuh 31.63% (yoy) menjadi Rp 18,77 triliun.
Baca Juga
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengungkapkan, faktor pendorong utamanya adalah efisiensi biaya operasional dan semakin beragamnya pilihan kendaraan ramah lingkungan di pasar.
“Peluang pemberian insentif bagi sektor energi hijau, termasuk kendaraan listrik, berpotensi meningkatkan minat sekaligus memperluas portofolio pembiayaan hijau sehingga dapat mendorong pertumbuhan pembiayaan industri multifinance ke depan,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, dikutip Senin (18/5/2026).
Sementara itu, pembiayaan multiguna tetap menjadi tulang punggung industri. Pada Maret 2026, penyaluran pembiayaan multiguna tumbuh 1,32% (yoy) menjadi Rp 258,45 triliun, menggenggam pangsa 50,27% dari total pembiayaan.
Dominasi ini juga tercermin dari pembiayaan baru bulan Maret 2026 yang mencapai Rp 43,15 triliun, di mana 48,55%-nya atau Rp 20,95 triliun berasal dari segmen multiguna.
Kemudian, pembiayaan modal kerja tercatat meningkat 6,15% (yoy) menjadi Rp 54,87 triliun. Sebaliknya, pembiayaan investasi terkontraksi 3,35% (yoy) menjadi Rp 167,95 triliun.
Baca Juga
Pembiayaan Multiguna Bank Muamalat Tumbuh Dua Digit di Semester I 2025
Dari sisi pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga Maret 2026 mencapai Rp 160,60 triliun atau 29,54% dari total piutang pembiayaan industri. Agusman menekankan pentingnya pengelolaan risiko yang hati-hati untuk mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam penyaluran pembiayaan UMKM, lanjut dia, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi industri multifinance, antara lain terkait penguatan kualitas kredit debitur serta pengelolaan risiko yang sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan pelindungan konsumen.
“Oleh karena itu, perusahaan multifinance perlu terus memperkuat kapasitas penilaian kredit, tata kelola, dan manajemen risiko agar penyaluran pembiayaan kepada UMKM dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Di segmen lain, pembiayaan emas menunjukkan tren positif dengan nominal mencapai Rp 44,19 miliar pada Maret 2026. Agusman mendorong perusahaan pembiayaan untuk melakukan inovasi produk dan penguatan kerja sama dengan mitra strategis guna mendorong pertumbuhan pembiayaan emas.
“Dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta pelindungan konsumen,” ucap Aguman.

