Dominasi Pembiayaan Multiguna Tembus 50% di Februari 2026, OJK Dorong Diversifikasi dan Prinsip Kehati-hatian
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kinerja industri multifinance pada Februari 2026 masih menunjukkan tren pertumbuhan positif, dengan pembiayaan multiguna tetap mendominasi sebagai tulang punggung utama. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, porsi pembiayaan multiguna mencapai 50,22% dari total piutang pembiayaan, atau setara dengan Rp 257,17 triliun, tumbuh 1,28% secara year on year (yoy).
Sementara itu, pembiayaan investasi tercatat terkontraksi 2,89% (yoy) menjadi Rp 167,92 triliun, dengan porsi 32,79%. Di lain sisi, pembiayaan modal kerja justru mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 8,31% (yoy) menjadi Rp 54,63 triliun, meskipun porsinya relatif lebih kecil yakni 10,67%.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengungkapkan, pembiayaan multiguna akan tetap menjadi motor utama pertumbuhan industri ke depan.
“Pembiayaan multiguna diperkirakan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan industri multifinance,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, dikutip Senin (4/5/2026).
Baca Juga
Bhinneka Life Luncurkan Bhinneka Asuransi Multiguna, Tawarkan Perlindungan dan Perencanaan Keuangan
Agusman menyatakan, peluang bisnis baru di industri multifinance sedang berkembang pesat dan dapat terus didorong, selama selaras dengan ketentuan yang berlaku. Salah satu strategi yang disorot adalah diversifikasi pembiayaan.
“Peluang bisnis baru di industri multifinance terus berkembang dan dapat didorong sepanjang selaras dengan ketentuan yang berlaku termasuk melalui diversifikasi pembiayaan,” katanya.
Baca Juga
Pembiayaan Multiguna Bank Muamalat Tumbuh Dua Digit di Semester I 2025
Salah satu perhatian utama OJK saat ini adalah menjaga kualitas pembiayaan, terutama di segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Agusman mendorong seluruh perusahaan multifinance untuk secara agresif memperkuat prinsip kehati-hatian.
“Melalui analisis kredit yang lebih komprehensif, pengelolaan portofolio yang prudent, serta sistem monitoring yang kuat,” ucapnya.
Secara keseluruhan, Agusman optimistis industri multifinance akan tumbuh positif sepanjang tahun 2026. Dinamika konsolidasi antar perusahaan dan derasnya arus investasi di sektor ini dinilai menjadi pendorong utama.

