Mudahkan Transaksi Saudi Riyal, Danamon Syariah Dukung Kesiapan Finansial Jemaah Haji 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Danamon menghadirkan solusi finansial komprehensif bagi jemaah Haji Indonesia untuk mendukung kelancaran ibadah di Tanah Suci sekaligus memperkuat penerapan gaya hidup halal sekembalinya ke Tanah Air. Melalui integrasi layanan perbankan digital dan prinsip syariah, jemaah kini dapat mengelola kebutuhan mata uang Saudi Riyal (SAR) secara lebih terencana dan praktis.
Kesiapan ini menjadi krusial saat jemaah berada di Arab Saudi, di mana seluruh aktivitas harian seperti konsumsi, transportasi, hingga belanja mengandalkan transaksi menggunakan Saudi Riyal (SAR).
Data The Halal Times 2025 mengungkapkan bahwa pengeluaran global jemaah haji mencakup kebutuhan konsumsi, transportasi, serta belanja ritel dengan total berkisar antara US$ 3.000 hingga US$ 10.000 per orang.
Pada tahun 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia menyumbang lebih dari 13% dari total jemaah haji dunia, yang menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam aktivitas ekonomi selama penyelenggaraan Haji. Besarnya skala ekonomi ini juga tercermin dari data Statista 2024 yang menunjukkan pola pengeluaran jemaah Indonesia mencakup sekitar SAR 600 untuk makan dan minum, SAR 300 untuk transportasi, serta sekitar SAR 1.500 untuk belanja dan oleh-oleh.
Baca Juga
Jelang Integrasi Danamon-MUFG Makin Dekat, Asing Agresif Masuk ke Bank Danamon (BDMN)
Menanggapi besarnya kebutuhan tersebut, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui siaran pers resmi tanggal 23 April 2026 mengalokasikan uang saku atau living cost sebesar 750 Saudi Riyal (SAR) tunai per jemaah. Meskipun alokasi dari BPKH ini membantu kebutuhan dasar, jemaah diharapkan tetap menyiapkan dana tambahan agar dapat menjalani ibadah dengan lebih nyaman tanpa terbebani urusan transaksi pribadi.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) menjawab kebutuhan tersebut dengan menyediakan kemudahan transaksi valuta asing melalui layanan digital perbankan D-Bank PRO. Inovasi ini didukung oleh produk tabungan Danamon LEBIH PRO dan Danamon LEBIH PRO iB yang berbasis prinsip syariah. Tabungan multicurrency ini memungkinkan nasabah untuk menyimpan dan bertransaksi dalam 12 mata uang berbeda, termasuk Saudi Riyal, hanya dalam satu rekening tanpa perlu membuka akun terpisah.
Nasabah Danamon juga dapat menikmati keuntungan berupa nilai tukar (FX rate) yang kompetitif serta hemat biaya tarik tunai di ATM Arab Saudi yang berlogo Mastercard, Maestro, dan Cirrus. Selain itu, tersedia program cashback 5% hingga Rp500.000 untuk transaksi domestik maupun internasional menggunakan Danamon Global Currency Card. Herry Hykmanto, Direktur Syariah & Sustainability Finance Danamon, menjelaskan bahwa pelaksanaan ibadah Haji menuntut kesiapan finansial yang matang, tidak hanya dari sisi biaya keberangkatan, tetapi juga pengelolaan transaksi harian di Tanah Suci.
“Melalui kemudahan transaksi Saudi Riyal (SAR) secara digital di D-Bank PRO, kami membantu nasabah mempersiapkan kebutuhan Saudi Riyal sejak sebelum berangkat, mengelolanya secara lebih terencana, dan tetap fokus menjalankan ibadah,” kata Herry dikutip Kamis (14/5/2026).
Lebih lanjut, Danamon mendorong jemaah untuk meneruskan halal lifestyle sekembalinya ke Tanah Air melalui ekosistem syariah yang mencakup pengelolaan keuangan tertib hingga layanan Social Banking seperti Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF). Untuk mendukung kebutuhan jangka panjang, tersedia pula solusi pembiayaan aset seperti rumah, ruko, hingga apartemen berbasis akad syariah IMBT (Ijarah Muntahiyah Bittamlik) dan MMQ (Musyarakah Mutanaqisah). Herry Hykmanto menekankan bahwa Haji adalah proses pembentukan nilai, dan Danamon berharap semangat kedisiplinan serta tanggung jawab tersebut tetap tercermin dalam praktik keuangan sehari-hari nasabah.

