Nasabah BSI (BRIS) Tembus 23,7 Juta pada Kuartal I, Laba Naik 22,98%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI mencatatkan kenaikan jumlah nasabah yang signifikan hingga kuartal I 2026. Jumlah nasabah dari bank berkode saham BRIS ini telah mencapai 23,7 juta per Maret 2026 atau tumbuh sekitar 9,26 juta nasabah sejak merger.
Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengungkapkan, angka tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap layanan perbankan syariah. Hal itu juga didorong posisi BSI sebagai bank syariah yang juga mengantongi dual license sebagai bullion bank atau bank emas.
“Sejak 2025 untuk pertama kalinya BSI mampu menumbuhkan jumlah customer di atas 2 juta dalam setahun. Meningkatnya customer based secara tidak langsung mengakselerasi peningkatan bisnis perseroan,” ujarnya, dalam keterangan pers, Kamis (14/5/2026).
Baca Juga
RUPST BSI (BRIS) 2025 Tebar Dividen Rp 1,51 Triliun dan Tunjuk 2 Komisaris Baru
Bob mengungkapkan, hingga Maret 2026, dana pihak ketiga (DPK) BSI mencapai Rp 376,80 triliun. Penghimpunan dana tersebut ditopang dominasi dana murah atau current account and saving account (CASA), terutama tabungan yang tercatat Rp 164,50 triliun.
Sementara itu, penyaluran pembiayaan yang tumbuh seimbang dengan penghimpunan dana berhasil mendorong laba bersih menjadi Rp 2,20 triliun pada kuartal I 2026 atau naik 22,98% secara year on year (yoy).
Dari sisi pembiayaan, BSI membukukan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 328,54 triliun atau tumbuh 14,39% (yoy). Sejalan dengan itu, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio non performing financing (NPF) gross membaik menjadi 1,8% dibanding periode sebelumnya 1,88%.
Bob mengatakan, komitmen terhadap prinsip keberlanjutan juga terus diperkuat. Hingga Maret 2026, pembiayaan berkelanjutan BSI mencapai Rp 75,3 triliun atau sekitar 22,9% dari total pembiayaan. Nilai tersebut terdiri dari pembiayaan hijau Rp 16 triliun serta pembiayaan sosial dan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) Rp 59,1 triliun.
Baca Juga
BSI (BRIS) Ungkap Efek Positif Program Pemerintah Terhadap Kinerja Bisnis
Selain itu, BSI juga menghimpun sustainable funding melalui penerbitan sustainability sukuk dengan total nilai mencapai Rp 8 triliun. Dalam aspek sosial, perseroan menyalurkan program sosial senilai Rp 320,8 miliar melalui lima pilar utama, yaitu ekonomi, pendidikan, dakwah, kesehatan, dan kemanusiaan dengan total penerima manfaat lebih dari 250.000 orang.
“Kinerja BSI yang solid juga harus sejalan dengan fundamental ESG (environmental, social, and governance) yang kuat agar ke depannya BSI sustain, solid, dan memberikan kebermanfaatan yang luas bagi masyarakat,” kata Bob.

