Gandeng PT MKP, BTN (BBTN) Bidik Rp 862 Miliar Pertumbuhan Dana Murah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk mengembangkan industri pariwisata nasional, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) menjalin kerja sama dengan perusahaan traffic intelligence dan solusi e-ticketing/e-payment PT Mitra Kasih Perkasa (MKP).
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengungkapkan, pihaknya membidik hingga Rp 862 miliar pertumbuhan dana murah atau current account and saving account (CASA) yang bisa dihimpun dalam tiga tahun ke depan melalui kerja sama ini.
“Pengembangan kerja sama yang kita laksanakan merupakan langkah konkret membangun industri pariwisata, mendigitalisasi tourism yang ada di Indonesia. Kita akan terus melakukan apa yang disebut dengan transformation beyond mortgage,” ujarnya, di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Menurut Nixon, saat ini BTN terus melakukan transformasi beyond mortgage menjadi integrated consumer ecosystem bank. Salah satu fokus BTN adalah masuk lebih dalam ke ecosystem-based bangking dan digital transaction system.
Selain dana murah, lanjut Nixon, BTN juga menargetkan pendapatan berbasis biaya atau fee based income hingga Rp 19 miliar, serta potensi pertumbuhan hingga 600.000 nasabah baru BTN melalui kerja sama ini.
Tourism ecosystem menjadi salah satu sektor yang sangat menarik bagi BTN karena memiliki traffic tinggi, transaksi berulang, dan potensi CASA serta fee based income yang besar.
Baca Juga
Temui Seskab Teddy, Bos BTN (BBTN) Ungkap Sejumlah Pembahasan
“Kenapa dengan PT MKP? Karena kita melihat positioning-nya sangat strategis dalam ekosistem yang mendukung pariwisata, pelabuhan, transportasi, dan berbagai pintu masuk di Bali,” katanya.
Lebih lanjut, MKP mengelola berbagai titik dengan traffic wisatawan tinggi, beberapa diantaranya Pelabuhan Matahari Terbit Sanur dengan kurang lebih 1,25 juta pengunjung per tahun, Desa Wisata Penglipuran dengan kurang lebih 724.000 pengunjung per tahun, Pelabuhan Sampalan Nusa Penida dengan 465.000 pengunjung per tahun, dan lainnya.
Sebelum Bali tourism ecosystem, BTN dan MKP jga telah bekerja sama dalam fitur pemesanan tiket wisata di Bale by BTN, digitalisasi ticketing kawasan wisata Ancol, serta digitalisai sistem pembayaran dan core system Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas).
“Melalui kerjasama ini diharapkan kita menjadi sistem single settlement bank, single presence bank, single acquiring bank pada sistem yang dikelola MKP. Kerja sama ini juga diharapkan meningkatkan digital payment adoption, efisiensi operasional, kecepatan settlement transaksi, serta kualitas customer experience wisatawan,” ucap Nixon.
BTN, kata dia, percaya jika masa depan perbankan bukan hanya tentang produk perbankan semata, tapi tentang bagaimana bank hadir di dalam ekosistem aktivitas masyarakat.
“Kolaborasi BTN dan MKP menjadi contoh bagaimana digital banking lifestyle tourism dapat terintegrasi secara end-to-end,” ujarnya.
Sementara itu, CEO & Co-Founder MKP Nicholas Anggada menyatakan, kerja sama ini dapat menggarap potensi yang selama ini belum optimal. Di mana, eksposur BTN ke lebih dari 4 juta traffic pengunjung setiap tahun dan potensi volume transaksi lebih dari 280 miliar setiap tahun.
”Kalau berbicara tentang bagaimana customer journey seluruh wisatawan, mulai dari booking, payment, boarding, manifest data penumpang, hingga transaksi di area destinasi dapat terhubung secara seamless dalam satu ekosistem digital,” katanya.
Nicholas mengatakan, BTN akan menjembatani visi BTN sebagai front end banking solution di sektor pariwisata, parkir, public transportation, dan public utilities.
“Jadi ini adalah niche market kami dan kami yakin dengan kita bekerjasama dengan BTN ini akan berdampak signifikan terhadap pilar bisnis utama BTN, baik dari sisi funding, lending, fee-based dan transaksi,” ucapnya.

