Hadirkan Fitur Contactless, BTN Bidik Pertumbuhan Dana Murah 20%
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN memacu pertumbuhan dana murah dengan merilis Kartu Debit BTN Visa Contactless.
Direktur Distribution & Institutional Funding BTN, Jasmin, mengatakan, kartu tersebut dapat menjadi solusi di tengah meningkatnya permintaan konsumen akan metode pembayaran yang cepat, mudah, dan aman, serta untuk memperluas layanan perbankan digital yang inovatif.
“Peluncuran Kartu Debit BTN Visa Contactless pada akhir pekan ini di Jakarta menjadi arena transaksi BTN karena selain dikemas dengan acara hiburan musik dan aneka game, di mall tersebut BTN menyuguhkan berbagai promo penggunaan kartu Debit Visa Contactless,” kata Jasmin dalam keterangan yang dikutip, Minggu (10/3/2024).
Baca Juga
BTN Mendadak Tambah Satu Direksi, Manajemen Ungkap Alasan Ini
Lebih disampaikan, acara tersebut merupakan bagian dari euforia rebranding BTN sekaligus sebagai bentuk apresiasi bagi nasabah dan masyarakat, Pada acara tersebut, Jasmin mengatakan bahwa inovasi kartu debit contactless merupakan bagian dari transformasi digital.
“BTN meluncurkan Kartu Debit BTN Visa Contactless untuk memberikan kemudahan dan fleksibilitas kepada nasabah dalam bertransaksi secara digital, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi saat ini. Transformasi digital yang kami lakukan adalah bentuk strategi perseroan untuk menjadi bank yang lebih modern dan kekinian untuk mendukung pertumbuhan transaksi dan dana masyarakat, ditopang oleh kualitas layanan yang lebih baik di era digitalisasi ini,” kata Jasmin.
Selama 5 tahun terakhir, trend penggunaan Kartu Debit BTN selalu meningkat. Untuk tahun ini, Jasmin optimistis transaksi kartu debit bisa tumbuh 18%-20% yang ditopang dengan hadirnya fitur contactless. Selama tahun 2023, jumlah transaksi Kartu Debit BTN tumbuh 17% jika dibandingnya tahun 2022.
Baca Juga
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Targetkan Kredit Ringan Naik 30% di 2024
Jasmin menjelaskan, nasabah BTN masih meminati penggunaan kartu debit kendati tren penggunaan ponsel untuk bertransaksi melalui teknologi tertentu, seperti halnya Quick Response Indonesia Standard (QRIS), semakin meningkat. Hal ini karena kartu debit dinilai praktis dan nyaman untuk digunakan, serta didukung oleh ketersediaan infrastruktur.
“Umumnya, kartu debit lebih banyak digunakan untuk transaksi dengan nominal lebih tinggi di e-commerce maupun di luar negeri. Sedangkan QRIS lebih banyak digunakan untuk transaksi nominal kecil di bawah Rp100 ribu sehingga lebih tepat sebagai pengganti uang tunai,” ujar Jasmin.
Lebih lanjut, Jasmin mengatakan bahwa BTN memiliki aspirasi untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi kepada nasabah tentang keamanan dan keuntungan menggunakan teknologi contactless.
Dengan adanya teknologi contactless, nasabah dapat melakukan tap pada mesin EDC di kasir, sehingga tidak terjadi perpindahan kartu antara nasabah dan kasir saat bertransaksi yang dapat berisiko pada berpindahnya informasi nasabah ke orang lain.
Selain itu, untuk transaksi e-commerce, BTN meningkatkan keamanan transaksi dengan menggunakan real time decision untuk antisipasi penyalahgunaan data kartu debit.
“Seiring dengan kemajuan teknologi digital, BTN turut memastikan aspek keamanan dari setiap transaksi yang dilakukan nasabah, karena inovasi dan keamanan merupakan dua sisi mata uang yang sama yang harus selalu menjadi prioritas agar nasabah merasa aman dan nyaman,” ujar Jasmin.
Dalam rangka mendukung inisiatif ini, perseroan senantiasa berkolaborasi dengan mitra industri untuk memperluas jaringan pembayaran yang menerima kartu debit contacless. “Selain itu, BTN juga akan memperluas kerja sama dengan berbagai merchant untuk memberikan program promo yang sangat banyak yang akan menjadi benefit dari penggunaan Kartu Debit BTN Visa Contactless,” kata Jasmin.
Selama lima tahun terakhir, tren penggunaan Kartu Debit BTN selalu meningkat, seiring dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), terutama dana murah. Adapun komposisi dana murah atau current account savings account (CASA) mengalami peningkatan menjadi 53,7% pada tahun 2023, naik dari sebelumnya yang mencapai 48,5% pada tahun 2022.
Hingga akhir 2023, BTN membukukan DPK sebesar Rp 349,9 triliun, bertumbuh 8,7% year-on-year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 321,9 triliun.

