Di Tengah Gejolak Global, Industri Kredit Indonesia Masih Stabil
JAKARTA, investortrust.id - PT Pefindo Biro Kredit (IdScore) menilai industri perkreditan nasional masih menunjukkan daya tahan yang solid di tengah meningkatnya tekanan global, mulai dari tensi geopolitik, volatilitas nilai tukar, hingga tantangan implementasi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).
Dalam kegiatan media gathering bertema “Lanskap Kredit & PayLater Indonesia di Tengah Tekanan Geopolitik & Makroekonomi serta Implementasi UU PDP”, di Jakarta, Selasa (28/4/2026), IdScore memaparkan bahwa pertumbuhan kredit nasional tetap positif, meski kualitas risiko pada segmen tertentu perlu menjadi perhatian lebih serius.
Berdasarkan analisis terbaru, total outstanding kredit nasional per Februari 2026 mencapai Rp9.938,2 triliun dengan pertumbuhan sekitar 9,6% secara tahunan (YoY). Sementara rasio kredit bermasalah (NPL Gross) masih terjaga di kisaran 2,85%.
Namun demikian, tekanan mulai terlihat pada segmen konsumtif dan borrower dengan profil pendapatan lebih rentan, terutama di tengah daya beli masyarakat yang masih tertekan serta tingginya biaya dana akibat ketidakpastian global.

