Bagikan

Bank Mandiri (BMRI) Optimistis Catat Pertumbuhan Berkelanjutan di Tengah Ketidakpastian Global

Poin Penting

Bank Mandiri memproyeksikan kredit tumbuh sejalan industri dengan fokus pada sektor prospektif dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
DPK ditargetkan tumbuh lebih tinggi dari kredit dengan peningkatan CASA, sementara fee based income dan digitalisasi (Livin’ dan Kopra) jadi pendorong pertumbuhan.
Laba tumbuh 16,56% menjadi Rp15,4 triliun, dengan kualitas aset terjaga (NPL 0,98%), permodalan kuat (CAR 19,7%), dan profitabilitas tinggi (ROE 20,1%).

JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) optimistis mencatat pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sepanjang 2026, meski dihadapkan pada dinamika dan ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengungkapkan, pihaknya memperkirakan kinerja bisnis tetap tumbuh sejalan dengan pertumbuhan industri, dengan fokus pada sektor-sektor prospektif yang resilien serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“Tahun ini tentunya kami memproyeksikan ekspansi bisnis juga tetap tumbuh secara berkelanjutan, dan kredit kami proyeksikan tumbuh sejalan dengan pertumbuhan industri,” ujarnya, dalam Paparan Kinerja Kuartal I 2026 Bank Mandiri secara daring, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga

Bank Mandiri (BMRI) Optimalkan Penempatan Dana SAL untuk Dorong Kredit UMKM dan Sektor Strategis

Sejalan dengan itu, lanjut Novita, Bank Mandiri juga terus memperkuat peran dalam mendukung ekonomi kerakyatan melalui akselerasi pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta mendukung berbagai agenda strategis pemerintah, termasuk penguatan sektor produktif dan pembangunan nasional.

“Langkah ini juga merupakan bagian dari komitmen Bank Mandiri dalam menjalankan peran sebagai agent of development bagi perekonomian nasional,” katanya.

Dari sisi pendanaan, bank berkode saham BMRI ini menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) lebih tinggi dibanding pertumbuhan kredit. Strategi ini difokuskan pada peningkatan porsi dana murah atau current account and saving account (CASA) guna menjaga efisiensi struktur pendanaan serta memastikan likuiditas tetap terjaga, termasuk menjaga rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) pada level yang sehat.

Sementara itu, dari sisi profitabilitas, net interest margin (NIM) diperkirakan tetap stabil melalui penguatan ekosistem, akselerasi transaksi, serta optimalisasi portofolio mix. Hal ini diharapkan mampu menjaga yield of loan sekaligus menekan cost of fund secara optimal.

“Kontribusi fee based income juga kami melihat sebagai salah satu faktor pendapatan yang akan terus didorong sebagai salah satu sumber pertumbuhan terutama yang sifatnya recurring income,” ucap Novita.

Baca Juga

Jurus Bank Mandiri (BMRI) Jaga Posisi Sebagai Raja Pembiayaan Hijau Nasional

“Yang juga diperkuat oleh kapabilitas digital melalui aplikasi Livin by Mandiri dan juga Kopra by Mandiri, serta peningkatan aktivitas dan juga transaksi nasabah di seluruh ekosistem Bank Mandiri,” sambungnya.

Secara kinerja, hingga Maret 2026, Bank Mandiri mencatat hasil yang solid di tengah ketidakpastian global. Laba konsolidasi tumbuh sebesar 16,56% secara year on year (yoy) menjadi Rp 15,4 triliun.

Kinerja tersebut turut diimbangi dengan kualitas aset yang terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL)bank only di level 0,98% dan cost of credit sebesar 0,48%. Selain itu, coverage ratio tetap kuat di 245%.

“Kemudian, CAR (capital adequacy ratio) tetap kuat di 19,7% dan ROE (return on equity) di 20,1%,” ujar Novita.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024