Pembiayaan BSI OTO Tumbuh 14,60% di Awal 2026
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) mencatat pertumbuhan pembiayaan di awal tahun ini, dikontribusi paling besar di segmen konsumer, salah satunya pembiayaan BSI OTO yang tumbuh 14,60% secara year on year (yoy) atau penjualan sekitar 4.000 unit hingga Maret 2026.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengungkapkan, pertumbuhan pembiayaan kendaraan melalui BSI OTO menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan tetap tinggi, bahkan di tengah tantangan global.
“Kami optimistis tren ini akan terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat dan preference masyarakat terhadap layanan syariah yang memberikan kepastian serta kenyamanan bagi nasabah,” ujarnya, dalam keterangan pers, Sabtu (18/4/2026).
Baca Juga
Per Februari 2026, BSI (BRIS) Salurkan Rp 1,65 Triliun KUR Syariah untuk 11.000 UMKM
Ke depan, lanjut Kemas, BSI akan terus memperkuat penetrasi pembiayaan konsumer melalui inovasi produk, kemudahan layanan digital, serta kolaborasi strategis dengan berbagai mitra otomotif. Langkah ini diharapkan bisa memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan yang mudah, aman, daj sesuai prinsip syariah.
“Dengan pertumbuhan yang tetap solid pada segmen konsumer, BSI optimistis dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.
Menurut Kemas, sinyal kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan bermotor masih tinggi, sekaligus mencerminkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi domestik.
Baca Juga
Perkuat Ekonomi Umat, BSI (BRIS) Salurkan Zakat Rp 289,38 Miliar ke Baznas RI
Sejumlah faktor dinilai menjadi pendorong positif pertumbuhan pembiayaan kendaraan pada awal tahun ini. Di antaranya adalah stimulus dan kebijakan pemerintah terkait kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, serta momentum ramadan dan lebaran yang turut mendorong daya beli masyarakat.
“Capaian tersebut juga didukung oleh berbagai program promo menarik yang diberikan kepada nasabah, termasuk skema angsuran tetap hingga lunas, yang memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi nasabah dalam mengatur arus kas bulanan mereka,” ucap Kemas.
Alhasil, pertumbuhan tersebut turut mendorong peningkatan total pembiayaan BSI sebesar 14,32% (yoy) menjadi Rp 323 triliun pada awal 2026z
