Lini Kendaraan Bermotor Tumbuh 9,97%, Asuransi Digital Bersama (YOII) Tak Tergoda untuk Ekspansi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Meski pertumbuhan premi asuransi kendaraan bermotor mencapai 9,97% secara year on year (yoy) pada Februari 2026 menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tidak serta merta mendorong PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) untuk melakukan ekspansi agresif di lini tersebut.
Direktur Utama Asuransi Digital Bersama Adi Wibowo Adisaputro mengungkapkan, meskipun lini asuransi kendaraan bermotor dikenal sebagai salah satu kontributor premi yang besar dan terus berkembang, pihaknya tetap mencermati secara hati-hati potensi risiko yang menyertainya.
“Hanya saja pada waktu yang sama sebetulnya potensi risikonya cukup tinggi juga,” ujarnya, dalam Paparan Publik Asuransi Digital Bersama, di Jakarta, Rabu (15/4/2025).
Baca Juga
Implementasi PSAK 117 Dinilai Menantang, Asuransi Digital Bersama (YOII) Sebut Dampaknya Minim
Adi menjelaskan, setelah sempat mengalami perlambatan seiring penurunan penjualan di industri otomotif, lini asuransi kendaraan bermotor mulai kembali menunjukkan pertumbuhan positif.
“Ini kenapa kalau diperhatikan di tahun 2025 kemarin kami juga sudah kembali melihat lini produk tersebut, walau mungkin preminya belum besar tapi kami sudah kembali masuk ke sana,” katanya.
Memasuki 2026, Asuransi Digital Bersama berencana untuk tetap mengembangkan produk asuransi kendaraan bermotor. Namun, langkah tersebut tidak akan dilakukan secara agresif seperti sejumlah perusahaan asuransi lain.
Baca Juga
Asuransi Digital Bersama (YOII) Cetak Laba Rp 20,14 Miliar pada 2025, Tumbuh 18,96%
Menurut Adi, strategi perusahaan asuransi berkode saham YOII ini lebih difokuskan pada pengembangan inovasi berbasis teknologi digital di lini tersebut, sejalan dengan visi dan misi perusahaan sebagai perusahaan asuransi digital.
“Kami ingin mencoba mengembangkan satu inovasi, yang mana kami bisa mengadopsi teknologi digital lebih terhadap produk ini nantinya. Memang untuk bisa melakukan itu kami harus ada di lini bisnis tersebut,” ucapnya.
Adi menambahkan, kehadiran Asuransi Digital Bersama untuk meramaikan pasar asuransi kendaraan bermotor juga menjadi bagian dari proses pembelajaran dalam memahami karakteristik risiko dan pelaku pasar
“Kami akan terus mengembangkan produk asuransi kendaraan bermotor tapi tidak akan menjadi prioritas utama. Tapi lebih ke arah sebagai wadah untuk kami belajar bagaimana kami bisa mengadopsi teknologi di lini produk tersebut,” ujarnya.
