Citi Foundation dan Save the Children Pulihkan Pendidikan Anak Terdampak Banjir Sumatra
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Citi Foundation berkolaborasi dengan organisasi kemanusiaan Save the Children Indonesia memberikan respons kemanusiaan menyeluruh bagi anak-anak dan keluarga terdampak banjir di wilayah Sumatra Utara. Dukungan ini mencakup pendirian Temporary Learning Space (TLS), penyediaan dan penguatan pojok baca, serta pemberian Back-to-School Kits untuk membantu proses pemulihan pascabencana.
Banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada November 2025 telah menyebabkan kerusakan rumah, sekolah, dan infrastruktur publik yang mengharuskan puluhan ribu keluarga mengungsi. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Februari 2026, sebanyak 4.852 sekolah terdampak akibat bencana di wilayah Sumatra, sehingga anak-anak menjadi salah satu kelompok paling rentan terdampak akibat kesulitan akses terhadap pendidikan dan ruang aman.
Baca Juga
Citi Bakal Rilis Layanan Penitipan dan Perbankan Bitcoin di Tahun Ini
Country Head of Public Affairs Citi Indonesia Hario Widyananto dalam kunjungannya ke SD Hutanabolon 1 dan 2 di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (3/3/2026), mengungkapkan, Citi percaya bahwa dukungan terhadap ruang belajar yang aman dan layak merupakan hal yang sangat krusial dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak. Hal ini mendasari komitmen Citi Foundation melalui dukungan pendanaan pemulihan pascabencana di Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Sri Lanka sebesar total US$ 200.000 atau sekitar Rp 3,3 miliar yang disalurkan oleh Save the Children.
"Di Indonesia, bantuan dipusatkan untuk membantu anak-anak dan keluarga di wilayah Sumatra Utara yang terdampak agar bisa segera pulih dan bangkit kembali," ujar Hario dalam keterangan yang diterima, Selasa (10/3/2026).
Sementara itu, Humanitarian and Program Operations Director Save the Children Indonesia Fadli Usman mengatakan, ribuan sekolah yang terdampak menunjukkan besarnya tantangan pemulihan sektor pendidikan serta urgensi memastikan anak-anak dapat segera kembali belajar di lingkungan yang aman dan mendukung. Menurutnya, tantangan ini tidak bisa dihadapi sendiri, sehingga kolaborasi dengan Citi Foundation menjadi sangat krusial.
"Dukungan pihak swasta termasuk Citi Foundation mempercepat proses pemulihan pascabencana, terutama dalam memastikan hak anak-anak terpenuhi dalam situasi krisis dan darurat," terangnya.

