Ikut Atasi Masalah Tunawisma, Citi Gelontorkan Dana Rp 390 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Citi Foundation mengeluarkan Request for Proposal (RFP) untuk Global Innovation Challenge. Proposal ini merupakan model pendanaan untuk memperluas dampak organisasi nirlaba di seluruh dunia untuk mengatasi sejumlah isu mendesak di kalangan masyarakat.
Global Innovation Challenge 2024 menyediakan dana sebesar US$ 25 juta atau sekitar Rp 390 miliar secara kolektif. Dana ini akan disalurkan pada 50 organisasi masyarakat yang bekerja dengan cara-cara baru untuk mengatasi masalah tunawisma.
CEO Citibank, N.A., Indonesia, Batara Sianturi mengungkapkan, akses terhadap rumah layak huni bukan hanya merupakan hak asasi manusia. Akses rumah juga merupakan faktor penting bagi kesejahteraan individu, keluarga, dan masyarakat.
"Melalui Global Innovation Challenge 2024, kami mendukung organisasi nirlaba di Indonesia untuk menemukan solusi inovatif dengan menciptakan peluang bagi kelompok terpinggirkan untuk meningkatkan kemampuan mereka guna mencapai potensi maksimal menjadi bagian masyarakat yang produktif," ujar Batara dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id, Jumat (19/1/2024).
Baca Juga
Citi: Butuh US$125 Triliun untuk Skenario Net Zero Emission di 2050
Keterbatasan perumahan merupakan salah satu kekhawatiran global. PBB memperkirakan sekitar 150 juta orang di seluruh dunia tidak memiliki tempat tinggal.
Kondisi tersebut dapat membawa dampak ekonomi yang signifikan pada masyarakat kelas bawah yang terpinggirkan. Salah satunya muncul keberadaan anak jalanan, terlantar, maupun kelompok rentan.
President of the Citi Foundation and Head of Citi Community Investing & Development, Brenda McHale menyampaikan, hari ini, permasalahan tunawisma meningkat di banyak masyarakat di seluruh dunia dan muncul dalam berbagai bentuk serta memerlukan solusi yang unik.
"Melalui Global Innovation Challenge tahun ini, kami menyediakan modal filantropi yang akan membantu membuka pintu dan upaya penerapan berbagai solusi untuk menghadapi permasalahan tunawisma. Kami juga berharap bahwa hal ini dapat memicu perubahan yang berkelanjutan dalam kehidupan masyarakat di seluruh dunia," jelasnya.
Untuk diketahui, antara tahun 2020 dan 2022, Citi telah mendanai dan memfasilitasi sebesar US$ 30,2 miliar untuk perumahan terjangkau di seluruh dunia, termasuk proyek perumahan terjangkau dengan sertifikasi bangunan ramah lingkungan, yang berkontribusi pada Tujuan Berkelanjutan US$ 1 triliun Citi.
Baca Juga
Berhasil Cetak Para Pemimpin di Berbagai Sektor, Citi Indonesia Gelar Citi Alumni Network
Adapun, di Indonesia, Citi memberikan fasilitas pembiayaan bersama untuk Bank BTN senilai US$ 100 juta pada tahun 2022 yang diperuntukkan untuk pembangunan hunian bagi keluarga berpenghasilan rendah dan menengah.
Kurangnya perumahan yang layak dan terjangkau menjadi tantangan yang berkepanjangan dan sulit di Indonesia. Data dari Housing and Real Estate Information System (HREIS) Kementerian PUPR pada tahun 2021 menunjukkan 29,6 juta rumah tangga di Indonesia saat ini tinggal di perumahan di bawah standar.
Kurangnya pilihan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah telah menyebabkan kepadatan penduduk dan tumbuhnya daerah kumuh yang dipenuhi dengan perumahan di bawah standar.
Permasalahan tersebut menegaskan urgensi solusi inovatif dalam menangani tidak hanya kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga kesejahteraan bagi kelompok rentan.
Baca Juga
UOB Indonesia Tuntaskan Akuisisi Bisnis Konsumer Citi Indonesia

