Harita Nickel (NCKL) Diakui di Asia Berkat Inovasi Pengolahan Sisa Produksi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel mencatat sejarah sebagai perusahaan pertambangan nikel pertama yang meraih Green Innovation Award 2025 pada ajang Asia Corporate Excellence & Sustainability Awards 2025. Penghargaan internasional tersebut menegaskan posisi perusahaan sebagai pelopor inovasi berkelanjutan dalam pengelolaan operasi tambang di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, sekaligus menunjukkan dampak konkret transformasi lingkungan yang dijalankan.
Penghargaan ini diberikan pada Asia Corporate Excellence & Sustainability (ACES) Awards 2025, ajang regional yang menilai kepemimpinan dan komitmen keberlanjutan perusahaan di Asia. ACES Awards, yang mulai digelar pada 2014, telah berkembang menjadi tolok ukur bagi organisasi yang menerapkan praktik bisnis bertanggung jawab dan menorehkan dampak positif bagi masyarakat maupun lingkungan.
Baca Juga
Pulau Obi Menyala: Jejak Harita Nickel dan Jalan Panjang Hilirisasi Indonesia
"Penghargaan ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan untuk menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan," kata Direktur Health, Safety & Environment (HSE) Harita Nickel Tonny Gultom dalam keterangannya, Selasa (9/12/2025).
Inovasi Harita Nickel dalam mengolah sisa hasil produksi (SHP) menjadi alasan utama penghargaan tersebut diberikan. Perusahaan mengembangkan terobosan berupa pemanfaatan slag nikel (sisa pengolahan feronikel) menjadi bahan baku konstruksi, pembenah tanah untuk memulihkan kesuburan lahan, hingga terumbu karang buatan yang terbukti mendukung pemulihan ekosistem laut. Konsep ini memperluas nilai tambah di luar aktivitas tambang, sekaligus menekan potensi dampak lingkungan dari sisa produksi.
Tonny menilai pengakuan internasional tersebut memperkuat posisi perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang berbasis inovasi. Pencapaian ini merupakan hasil komitmen bersama untuk mendorong industri tambang menjadi lebih bertanggung jawab.
"Pengakuan ini membuktikan bahwa upaya kami mengurangi dampak lingkungan melalui pemanfaatan slag nikel memberikan manfaat nyata bagi keberlanjutan dan diakui secara internasional,” jelasnya.
Baca Juga
Cara Harita Nickel (NCKL) Lawan Stunting dan Tingkatkan Literasi Diganjar Penghargaan Subroto 2025
Presiden ACES Awards Shanggari Balakrishnan memgatakan, upaya Harita memperkuat independent assurance dalam rantai nilai nikel Indonesia serta inisiatif perbaikan ekosistem, seperti reef-cube menunjukkan inovasi yang berdampak.
Ia menegaskan bahwa Harita Nickel menjadi perusahaan pertambangan pertama di Indonesia yang secara sukarela mengikuti audit The Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA), standar penilaian global untuk praktik tambang berkelanjutan. “Langkah tersebut membuktikan komitmen Harita Nickel terhadap praktik penambangan yang bertanggung jawab dan dapat diverifikasi,” tambah Shanggari.

