Bagikan

Kolaborasi Pertamina-KLH Pulihkan Hulu DAS Bekasi di Bogor Lewat Ribuan Pohon

Poin Penting

Pertamina dan KLHK tanam ratusan pohon produktif di hulu DAS Bekasi.
Aksi ini mendukung target net zero emission 2060 dan COP30 di Brazil.
Warga Desa Pabuaran mendapat manfaat ekonomi dari hasil pohon produktif.

BOGOR, Investortrust.id – PT Pertamina (Persero) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLHK-BPLH) melakukan penanaman pohon produktif di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Sukamakmur, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (1/11/2025). Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memitigasi risiko bencana di daerah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Bekasi yang rawan longsor dan banjir akibat minimnya vegetasi.

Kegiatan penanaman yang dipusatkan di Desa Pabuaran ini menandai langkah nyata antara korporasi energi nasional dan pemerintah dalam mendukung target net zero emission Indonesia pada 2060. Di lahan seluas 100 hektare, ratusan pohon produktif, seperti alpukat, durian, rambutan, dan petai ditanam untuk memulihkan ekosistem hutan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, Desa Pabuaran memiliki posisi strategis karena merupakan bagian dari hulu DAS Bekasi yang mencakup tiga aliran sungai utama, yaitu Cilensi, Hambalang, dan Bekasi. “Daerah ini rawan banjir karena hulu DAS sempat gundul. Dengan menanam pohon di kawasan konservasi, program ini membantu mengurangi risiko banjir dan longsor saat curah hujan tinggi. Pohon-pohon ini juga akan menyerap air dan menstabilkan tanah,” ujar Hanif di sela kegiatan dalam keterangannya, Senin (3/11/2025).

Baca Juga

Selain Pertamina, BP Sesuaikan Harga BBM Mulai November 2025

Ia menambahkan, penanaman pohon di kawasan hulu bukan sekadar simbol, tetapi investasi jangka panjang untuk kelestarian lingkungan. “Satu pohon yang tumbuh besar bisa memberi oksigen bagi dua orang, karena itu, mari terus menanam dan menjaga lingkungan, dimulai dari hulu sungai seperti di sini,” katanya.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menyebut kegiatan ini bagian dari program keseimbangan karbon (carbon offset) yang dilakukan menjelang Konferensi Iklim Dunia (COP30) di Belém, Brazil. Pertamina, menurutnya, berperan aktif mendukung pemerintah sebagai negara penandatangan Paris Agreement, dengan komitmen mencapai net zero emission tahun 2060.

“Satu pohon yang ditanam memiliki peran ganda, yakni menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida (CO₂). Semakin banyak yang menanam, semakin besar kontribusi kita mengurangi emisi. Dengan cara ini, kita seperti ‘menghapus dosa karbon’ agar bumi tetap sehat dan layak dihuni,” ujar Diaz.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono dan Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono pada Penanaman Pohon dalam rangka Mengurangi Jejak Karbon, Sabtu (1/11/2025) di Bogor. (Dok Pertamina)
Source: Dok Pertamina

Komitmen Pertamina untuk Masyarakat dan Iklim

Sementara itu, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata Pertamina dalam aksi mitigasi perubahan iklim sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Hari ini Pertamina Group menanam 500 pohon sebagai bentuk dukungan nyata terhadap aksi mitigasi iklim. Kegiatan ini bukan hanya simbol, tetapi bagian dari komitmen kami untuk menyeimbangkan emisi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Agung.

Menurut Agung, kegiatan ini sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka yang menekankan sinergi antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Pertamina juga berencana memperluas kemitraan dengan lembaga, masyarakat, dan UMKM lokal untuk memperkuat manfaat ekonomi dari kegiatan konservasi ini.

Baca Juga

Dukung Ketahanan Energi, Pertamina Pasok 100.000 Barel BBM ke BP-AKR

Ketua RW 06 Desa Pabuaran, Rizwan, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai, kehadiran program ini membuka peluang ekonomi baru bagi warga. “Dulu hutan di sini gundul karena tidak ada lagi penanaman pohon baru. Sekarang, alhamdulillah, dengan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Pertamina, hutan mulai tumbuh kembali. Kami berharap manfaatnya besar bagi warga,” ujarnya.

Rizwan menjelaskan, warga kini tengah membentuk kelompok tani untuk mengelola hasil panen dari pohon produktif. Hasil buah dapat dijual guna menambah penghasilan masyarakat. “Kami berkomitmen menjaga agar hutan ini tidak rusak lagi dan bisa membantu mencegah banjir maupun longsor,” tutupnya.

Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, Pertamina memperkuat perannya sebagai pelaku usaha energi yang berorientasi pada keberlanjutan, sekaligus memastikan keseimbangan antara lingkungan, sosial, dan ekonomi bagi masa depan Indonesia yang hijau dan tangguh.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024