Kembangkan Inovasi Biotron, Anak Usaha ABM Investama (ABMM) Ini Raih Penghargaan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Cipta Kridatama (CK), anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM), meraih penghargaan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Award 2025 berkat program pertanian ramah lingkungan yang digagasnya. Penghargaan ini menjadi bukti komitmen CK dalam menghadirkan praktik berkelanjutan di sektor agrikultur sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Penghargaan ini adalah bukti nyata bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian penting dari perjalanan CK sebagai anak usaha ABMM. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang bukan hanya mendukung produktivitas, tetapi juga menjaga harmoni antara manusia dan lingkungan,” ujar Direktur Utama CK, Roni Setyawan melalui penjelasan resminya diterima Investortrust di Jakarta, Jumat (3/10/2025).
Baca Juga
Perkuat Kapabilitas Bisnis Logistik, ABM Investama (ABMM) Tambah Pesawat hingga Gudang
Sejak Desember 2023, CK bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian Pertanian Binuang, Taping, Kalimantan Selatan, untuk mengembangkan inovasi biotron (Biochar Three in One) sebagai pembenah tanah. Teknologi ini terbukti meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menekan ketergantungan pada pupuk kimia.
Roni menambahkan, keberhasilan program tersebut juga ditopang oleh pendampingan berkelanjutan kepada petani mitra, mulai dari pengelolaan lahan hingga peningkatan kualitas hasil panen. Dengan pendekatan ini, CK mendorong praktik pertanian ramah lingkungan sekaligus memperkuat daya saing produk di pasar.
Baca Juga
Pencapaian di ajang PDB Award 2025 menegaskan kontribusi CK dalam mendorong pertanian berkelanjutan di wilayah operasional ABMM. Hal ini juga menunjukkan keseriusan ABMM dalam menanamkan nilai keberlanjutan hingga ke seluruh anak usahanya.
Ke depan, CK menegaskan komitmennya untuk memperluas skala program dan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat serta pemerintah daerah. “Pencapaian ini menjadi penyemangat bagi perseroan untuk mengembangkan model inovatif dalam setiap lokasi operasional agar dapat memaksimalkan potensi di tiap daerah,” tutup Roni.

