Anindya Bakrie: Indonesia Jadi Sorotan Global dalam Agenda Dekarbonisasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan bahwa Indonesia saat ini memiliki posisi strategis dalam agenda global dekarbonisasi.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan, momentum ini harus dimanfaatkan dunia usaha untuk mendorong transisi energi dan memperkuat ekonomi hijau.
"Dalam Climate Week New York juga Indonesia menjadi suatu primadona untuk menjadi Mekah-nya dekarbonisasi," ujar Anindya dalam acara FGD: Menuju Pendidikan Indonesia Berstandar Global: Usulan Kebijakan untuk Penguatan Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Syukuran HUT Kadin Indonesia ke-57 di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Rabu (24/9/2025).
Anindya menjelaskan, dalam ajang Climate Week di New York tersebut, Indonesia mendapat sorotan internasional sebagai negara dengan potensi besar dalam transisi menuju energi bersih. Menurut Anindya, peluang ini harus ditangkap dengan serius oleh dunia usaha.
Lebih lanjut, untuk bisa mencapai lompatan jauh ke depan, Anindya menekankan pentingnya untuk fokus juga di teknologi, terutama penerapan artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi energi.
“Kita fokus juga di teknologi, pertama, artificial intelligence bagaimana bisa aplikasinya untuk membantu produktivitas, competitiveness dan juga tentunya mengenai industri hijau,” ungkap Anindya.
Sebelumnya, Anindya menyampaikan pentingnya peran Indonesia dalam menghadapi isu-isu strategis dunia, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga perubahan iklim. Hal tersebut disampaikan Anindya usai menghadiri Private CEO Roundtable on Strategic Investment, Economic Diplomacy and Impact-Driven Partnerships yang berlangsung di Gedung Perwakilan UEA (Uni Emirat Arab) untuk PBB, New York, Amerika Serikat pada Senin (22/09/2025) waktu setempat.
Dalam forum tersebut Anin menyebut bahwa posisi Indonesia sangat strategis karena memiliki stabilitas dan kedamaian yang jarang dimiliki banyak negara lain. Kondisi ini, memungkinkan Indonesia berkontribusi lebih besar dalam menghadapi tantangan global.
“Di sini kita bicara bahwa Indonesia adalah suatu tempat yang mempunyai kedamaian dan stabilitas. Itu jarang dimiliki oleh banyak kota atau daerah di dunia. Dengan kondisi ini, ketahanan pangan bisa berkembang, bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga dunia,” ucap Anindya.
Anindya menambahkan, Indonesia juga dinilai berpotensi menjadi pusat energi dunia dengan kekayaan mineral yang dimiliki.
“Lalu ketahanan energi, dengan segala macam mineral yang kita punya, kita bisa juga menjadi pusat daripada energi dunia,” kata Anindya.
Di sisi lain, dari perspektif lingkungan, Anindya menyebut bahwa Indonesia juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan iklim global berkat luasnya hutan, kawasan mangrove, hingga terumbu karang.
“Inilah yang menjadi suatu daya tarik, dan mereka mengundang kami dari Kadin Indonesia di seluruh perspektif itu,” tandas Anindya.

