Ini Jurus KPI Lestarikan Ikan Belida sebagai Ikon Sungai Musi yang Jadi Bahan Pempek
Poin Penting
|
PALEMBANG, Investortrust.id - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) subholding refinery & petrochemical memperkuat komitmen konservasi dengan melestarikan ikan belida, ikon Sungai Musi yang juga menjadi bahan utama pempek Palembang. Populasi ikan belida yang terus menurun mendorong KPI meluncurkan program Belida Musi Lestari sejak 2019. Program ini kini memasuki fase baru, yakni transisi pengelolaan konservasi kepada masyarakat agar keberlanjutan populasi dapat terjaga.
Pjs Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Milla Suciyani mengatakan upaya konservasi ini bukan hanya menyelamatkan spesies langka, tetapi menjaga identitas budaya Sumatera Selatan.
“Populasi ikan belida semakin lama semakin menurun, ini yang membuat kami tergerak untuk ikut melakukan upaya pelestarian. Namun, ini bukan hanya sekadar kepedulian untuk menyelamatkan sebuah spesies langka, tetapi juga upaya untuk menyelamatkan identitas Sungai Musi yang merupakan salah satu ikon Indonesia,” ujar Milla dalam konferensi pers di Palembang, Senin (15/9/2025).
Baca Juga
Tak Cuma Jual BBM, Pertamina Bangun SDM dan Energi Berkeadilan
KPI memulai program konservasi pada 2019 dengan menyelamatkan 30 ekor ikan belida dari nelayan. Ikan-ikan tersebut dibudidayakan di Kelurahan Talang Bubuk. Setahun kemudian, KPI memperluas kolaborasi dengan Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluh Perikanan (BRPPUPP), lalu menjalin kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) setelah terbitnya Perpres No. 34 Tahun 2022 yang menetapkan ikan belida sebagai satwa yang hanya boleh dimanfaatkan untuk kepentingan riset.
KPI juga mengembangkan ekosistem konservasi di Desa Sungai Gerong, Kabupaten Banyuasin, bersama kelompok budidaya ikan (Pokdakan) Barokah dan Tunas Makmur. Desa ini dipilih karena memiliki pakan alami ikan belida, seperti ikan sepat, sehingga mendukung pengembangbiakan secara optimal.
Inovasi dan keberhasilan reproduksi
Model konservasi berbasis teknologi resirkulasi (recirculating aquaculture system/RAS) yang digunakan KPI berhasil menelurkan 1.050 butir telur dan menghasilkan 64 ekor generasi pertama (G1) ikan belida. Milla menjelaskan, inovasi rumah ikan menggunakan pipa dan palet kayu limbah Non-B3 kilang telah meningkatkan keberhasilan pemijahan semi-buatan.
“Di alam liar, ikan belida ini cenderung pemalu dan suka bersembunyi, maka dari itu KPI melakukan inovasi pemanfaatan pipa Limbah Non-B3 kilang untuk rumah ikan belida,” kata Milla.
Baca Juga
Pertamina Umumkan 10 Finalis Energynovation Ideas Competition 2025
KPI menargetkan pembentukan Kawasan Edukasi Perikanan Terintegrasi & Berdikari di Desa Sungai Gerong pada 2026. Kawasan ini diharapkan menjadi pusat pelatihan, penelitian, dan wisata edukasi, sekaligus mendukung pelepasliaran ikan belida ke habitat aslinya di Sungai Musi.
“Adalah menjadi mimpi kita semua untuk bisa melihat ikan belida bisa kembali berenang di Sungai Musi suatu hari nanti. Di saat yang bersamaan, tumbuh kesadaran masyarakat untuk ikut melestarikan ikan ini, agar cita rasanya tetap terjaga dalam setiap gigitan pempek, tekwan atau kerupuk Palembang yang kita konsumsi,” tutur Milla.

