Lestari Summit 2025 Dibuka untuk Publik, Bahas Tren Keberlanjutan Global
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Lestari Summit 2025, forum keberlanjutan tahunan resmi membuka pendaftaran umum. Untuk pertama kalinya, masyarakat luas bisa ikut serta dalam ajang yang akan digelar pada Rabu (3/9/2025) di The Dian Ballroom, Raffles Hotel Jakarta.
Mengusung tema “Thriving Together and Cultivating Resilience for a Sustainable Future”, Lestari Summit 2025 membuka ruang partisipasi bagi profesional, pelaku usaha, akademisi, aktivis, kreator konten, komunitas, hingga masyarakat umum yang peduli isu keberlanjutan.
Baca Juga
Vice President Sustainability KG Media Wisnu Nugroho menegaskan forum ini bukan hanya sekadar diskusi elite, melainkan momentum bersama untuk memperluas pemahaman dan partisipasi publik.
“Forum ini membuka untuk publik dan kesempatan bagi masyarakat luas untuk turut terlibat, belajar, dan memahami urgensi keberlanjutan sebagai isu bersama yang memerlukan partisipasi semua pihak,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (19/8/2025).
Wisnu menambahkan, kehadiran Lestari Summit diharapkan mampu menjadi pusat pertemuan lintas sektor. “Forum Lestari 2025 menjadi titik temu atau hub untuk penggiat keberlanjutan dari berbagai latar belakang, untuk mendiskusikan tren, tantangan, dan solusi keberlanjutan terkini,” kata Wisnu.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting agar keberlanjutan tidak hanya jadi agenda kebijakan, melainkan juga bagian dari kehidupan sehari-hari.
Sejak awal digelar, Lestari Summit konsisten menghadirkan pemimpin, praktisi, dan penggerak perubahan dari berbagai sektor. Tahun ini, sejumlah tokoh nasional sudah terkonfirmasi hadir, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala Departemen Surveillance & Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Henry Rialdi, mantan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, serta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Baca Juga
Telkom Perkuat Strategi Korporasi Lewat ESG, Ciptakan Dampak Nyata bagi Lingkungan dan Sosial
Selain itu, forum ini juga akan menghadirkan tokoh masyarakat sipil, seperti Direktur Yayasan Konservasi Ekosistem Alam Nusantara (Kiara) Rahayu Oktaviani, penerima Whitley Awards, serta akademisi dan kreator ekosistem digital, seperti Gustaff Harriman Iskandar dan Muhammad Faisal dari Youthlab.
Bagi publik, kehadiran di forum ini memberikan kesempatan untuk menggali wawasan baru, memperluas koneksi, dan berkontribusi dalam mendorong agenda keberlanjutan menuju tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.

