Suatu Pagi Bersama Buruh Tani, Irigasi dan Mesin Kombi
Jakarta, Investortrust – Laki-laki itu beranjak dari tanah lumpur yang liat dan basah, ia keluar dari lahan yang sedang ia siangi, arit di tangannya ditinggalkan begitu saja. Rupanya Wawan, 46 tahun, nama pria itu, lupa membawa batu asah untuk menajamkan aritnya. Batu itu tertinggal di motor yang ia parkir di tepi jalan, tidak jauh dari sawah yang sedang ia panen bersama dua rekannya.
Hari itu matahari tersenyum, memancarkan sinarnya ke seluruh penjuru bumi yang bisa dijangkau cahayanya, termasuk ke hamparan sawah berhektar-hektar luasnya yang terletak di pelosok Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Di tempat ini, sawah-sawah dari tiga Kabupaten; Kudus, Pati dan Demak berbagi air dari satu sungai, sungai Lusi.
Wawan bukan warga asli desa Undaan Kudus, ia pindah ke desa ini dan menjadi buruh tani setelah menikah dengan istrinya yang asli warga Undaan. Wawan berasal dari Boyolali, 140km jauhnya ke arah selatan dari Undaan. Siang itu Wawan dan dua rekannya, Wahyu, 69 tahun dan Mualim 65 tahun bekerja memanen sebidang sawah yang padinya telah siap panen namun batangnya rubuh dan miring karena diterjang angin kencang, sehari sebelumnya.
"Kalau nggak ada angin kencang, padi yang siap panen dan tegak ini akan dipanen dengan mesin kombi itu pak," ujar Wawan sambil menunjuk di kejauhan. "Kalau nggak ada padi yang rubuh, orang kecil seperti saya nggak dapat pekerjaan."
Wahyu, yang menjadi koordinator ketiganya menjelaskan, "Padi yang rubuh tidak bisa dipanen pakai mesin kombi pak, jadi pemilik sawah mempekerjakan buruh tani untuk memanen secara manual dengan arit ini." Mualim menambahkan, "Padi yang rubuh ini bulirnya dekat dengan tanah dan harus segera dipanen, sebab kalau tidak nanti akan busuk karena tanah ini lembab dan mengandung banyak air." Ketiganya menjelaskan dalam bahasa jawa kasar bercampur bahasa jawa kromo.
Salah satu Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah membangun ketahanan dan kedaulatan pangan di mana di Indonesia, beras merupakan salah satu bahan pokok yang sangat penting. Beras juga menjadi salah satu penyumbang inflasi ekonomi di Indonesia. Komoditas strategis ini sangat berperan pada ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi di dalam negeri.
Investortrust berkesempatan melihat langsung proses panen padi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Proses panen padi dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan mesin kombi, sebutan petani lokal untuk mesin "combine harvester" yang mereka sewa dari pemilik traktor kombi, dan cara yang lain adalah cara tradisional menggunakan jasa buruh tani.
Sehari setelahnya, Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian Taufik Bawazier mengatakan bahwa pertanian di Indonesia akan maju dan terjamin asalkan pasokan pupuk, benih, obat-obatan dan air tersedia secara konsisten. Taufik Bawazier mengatakan hal ini saat ikut meresmikan Pabrik Karbamasi PT Delta Giri Wacana Tbk di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten bersama Gubernur Banten, Andra Soni.
Tidak jauh dari lokasi Wawan dan kedua rekannya, Lukman, 32 tahun, sedang bekerja membersihkan tepian sebuah sungai kecil yang menjadi saluran irigasi. Lukman telah bekerja selama 7 tahun sebagai tenaga honorer Dinas Pengairan Kabupaten Kudus. Ia bertanggungjawab mengawasi dan membersihkan saluran dalam skala kecil.
"Nanti kalau musim kemarau, saat debit air berkurang, barulah dinas mengerahkan mesin berat untuk mengeruk sungai-sungai di sini pak," tuturnya dalam bahasa jawa. "Sementara ini kalau kecil-kecil begini saya bersihkan dengan cangkul."
Lukman mengaku gajinya sebagai tenaga honorer tidak mencukupi kebutuhan keluarga. Tapi ia memiliki pekerjaan sampingan sebagai tenaga kebersihan untuk taman, menebang pohon dan membersihkan ruangan baik untuk kantor, pemukiman dan rumah sakit. "Saya kerjakan jasa bersih-bersih dengan teman-teman pak, kami tawarkan secara online dan melalui media sosial juga." Dari sampingannya itu Lukman mengaku bisa menyisihkan 3 hingga 4 juta per bulan. Bukan angka yang kecil untuk ukuran Kabupaten Kudus dengan upah minimum Rp 2,6jt pada tahun 2025.
Sedikit ke arah timur dari saluran irigasi, Anwari, sedang menimbang hasil panen dari mesin kombi di tepi sebidang sawah, di bawah pohon pepaya dan di sisi jalan. Anwari merupakan pengurus P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.
Saat itu matahari belum terlalu tinggi, namun Anwari telah berhasil mengumpulkan dan menimbang 17 karung gabah dengan berat masing-masing karung mencapai 90-100kg. Anwari mengaku belum ada dua jam saat memulai panen menggunakan mesin kombi, sebutan petani lokal untuk mesin combine harvester.
Sebuah mesin dengan roda rantai seperti tank merayap di tengah sawah, bergerak maju melingkar meninggalkan jejak tanah yang terbalik seperti habis dibajak. Tanah dengan bonggol dan akar padi terangkat ke atas. Keuntungan lain dari menyewa mesin kombi. Sementara bulir padi yang dipanen langsung masuk ke dalam karung.
"Kalau pakai mesin kombi memang lebih mahal dibanding jasa buruh tani pak, namun pekerjaan selesai lebih cepat. Harga sewanya rata-rata 600-800 ribu per bahu (sekitar 7000 meter persegi). Bahu adalah satuan luas lahan yang jamak dipakai di Jawa, berasal dari bahasa Belanda "Bouw" yang artinya adalah garapan. Satu bahu berkisar antara 7000 hingga 7500 meter persegi atau ada pula yang menyamakannya dengan 0,8 hektar.
Sawah yang telah selesai dipanen baik menggunakan mesin kombi maupun secara manual akan dibiarkan selama setidaknya satu bulan agar kering. Kemudian ditanami kacang tanah sebagai tanaman sela sebelum memasuki MT (Musim Tanam) kedua. Dalam satu tahun petani di wilayah ini memanen padi sebanyak dua kali.
Kabupaten Kudus bukanlah penghasil padi terbesar, sebaliknya, wilayahnya merupakan salah satu yang terkecil di Jawa Tengah. Dikutip dari situs resmi pemerintah kota Kudus, dari 42.516 hektar total luasnya, hampir setengahnya masih digunakan sebagai lahan pertanian dan perkebunan seluas 20.140 hektar, dan dari 20 ribu hektar itu, 11.383 hektar adalah sawah yang memanfaatkan irigasi untuk mengairi lahan garapan.

