Dari Limbah Jadi Dolar, Inovasi Serat Daun Nanas yang Bikin Dunia Kagum
PRABUMULIH, Investortrust.id – Melalui program corporate social responsibility (CSR) PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai bagian subholding gas Pertamina, di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel), Koperasi Miwa Pineapple berhasil mengubah limbah daun nanas menjadi serat bernilai tinggi, yang kemudian diolah menjadi berbagai produk kreatif, seperti kain, tas, dan kerajinan tangan. Inovasi yang berbasis limbah pertanian ini, menarik perhatian dunia internasional.
Kesuksesan program ini menjadi perhatian Forum Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang melakukan kunjungan lapangan ke Prabumulih pekan lalu. Kunjungan ini bertujuan mempelajari model pengembangan pertanian terpadu dan pengolahan hasil alam berbasis komunitas, yang dinilai berhasil menggabungkan inovasi teknologi, prinsip keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Baca Juga
Pertamina Kembangkan Energi Transisi, Dorong Kesejahteraan 408 Petani di Desa Uma Palak
Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Gas Imam Rismanto menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah awal kolaborasi yang lebih luas. “Harapannya setelah kegiatan kunjungan ini, akan terjalin kerja sama dalam pemasaran produk maupun peningkatan kualitas dan kuantitas olahan serat nanas,” ujar dia, dalam keterangannya Rabu (14/5/2025).
Kunjungan dihadiri sejumlah tokoh penting dari tiga negara ASEAN, yakni Kementerian Pertanian (Kementan), perwakilan dari Kementerian Pertanian Malaysia, serta delegasi dari Thailand. Mereka menyaksikan proses pengolahan serat daun nanas dan produk-produk UMKM hasil olahan Koperasi Miwa Pineapple yang berhasil menyerap 60 tenaga kerja lokal.
Kepala Seksi Tanaman Buah dan Sayuran Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura (PPHP) Kementan Ernawati, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menyampaikan apresiasinya.
“Koperasi MIWA merupakan contoh bagaimana limbah daun nanas bisa diolah menjadi serat berkualitas tinggi yang dimanfaatkan menjadi produk, seperti kain, tas, dan sandal. Ini bukan hanya inovasi, tetapi membuka lapangan kerja dan mendorong industri rumah tangga. Saya bangga karena inovasi ini sudah menerapkan prinsip zero waste dan berpotensi menjadi ikon Kota Prabumulih,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas peran Pertamina Gas yang telah melakukan pembinaan dan fasilitasi alat pengolahan. “Kami berharap ke depan Koperasi MIWA dapat memproduksi barang jadi untuk meningkatkan daya saing produk di pasar internasional.
Baca Juga
Harga Minyak Melonjak setelah Perang Dagang Mereda, Bisa Saja Pertamina Menaikkan Harga BBM
Ketua Koperasi Miwa Pineapple Agus Zali mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian dari forum internasional. “Kunjungan ini membuktikan bahwa apa yang kami kerjakan bersama Pertagas telah berdampak dan dilirik hingga mancanegara,” ungkap salah satu tokoh lokal itu.
Program serat nanas ini menjadi bagian dari komitmen Pertagas dalam mendukung ekonomi sirkular, keberlanjutan lingkungan, dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Dengan jaringan pipa transmisi gas sepanjang 2.930 km di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, Pertagas mendorong integrasi operasional dengan program pemberdayaan masyarakat di wilayah operasinya, demi menciptakan masa depan berkelanjutan dan berdaya saing.

