Allianz Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan Lewat Edukasi Sustainable Fashion
JAKARTA, investortrust.id - Menyambut Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April, Allianz Indonesia mengajak karyawannya untuk memulai langkah sederhana menjaga bumi melalui penerapan gaya hidup berkelanjutan, khususnya dalam bentuk sustainable fashion.
Head of Corporate Communications Allianz Indonesia Wahyuni Murtiani menyatakan, pihaknya mendorong setiap individu untuk memiliki kesadaran terhadap lingkungan. Karena, aksi keberlanjutan tak akan ber-impact jika dilakukan oleh suatu kelompok atau pihak tertentu saja, namun penerapan paling penting dengan kontribusi setiap individu, khususnya atas apa yang dimiliki dan dipakai sehari-hari.
“Dengan memiliki kesadaran dan pengetahuan mengenai keberlanjutan yang tepat, setiap aksi nyata akan dapat berdampak positif bagi lingkungan,” ujarnya, dalam keterangan pers, Minggu (20/4/2025).
Baca Juga
Sementara itu, pendiri Social Enterprise yang fokus pada penanganan limbah yaitu Anggita Pratiwi mengungkapkan, ada empat konsep sederhana yang bisa dilakukan siapa saja di kehidupan sehari-hari dalam mendukung sustainable fashion, antara lain reuse, reduce, repair, dan recycle.
Ia menjelaskan, reuse ialah memakai kembali, menukar, atau mendonasikan pakaian, tas, dan sepatu yang tak lagi digunakan. Lalu, reduce yakni mengurangi konsumsi barang fesyen baru dengan memilih produk yang tahan lama dan ramah lingkungan.
Baca Juga
Allianz: Tarif Trump Justru Berisiko Dorong Perekonomian Amerika Serikat ke Arah Resesi
Kemudian, repair adalah memperbaiki barang sebelum membuangnya. Dan yang terakhir recycle, yaitu mendaur ulang pakaian yang sudah bosan untuk dipakai. Intan juga membagikan sejumlah tips berbelanja secara bijak, seperti menghindari impulse buying, mengenali jenis kain yang ramah lingkungan seperti katun, wol, dan serat alami lainnya, hingga mendukung brand lokal yang mengedepankan proses produksi beretika yang memakai bahan-bahan ramah lingkungan.
“Dengan mengutamakan dan menerapkan konsep keberlanjutan dalam berbelanja dan mengelola pakaian, tas dan sepatu yang telah dimiliki, kita dapat memberikan aksi nyata untuk menekan emisi karbon yang berdampak secara berbahaya bagi lingkungan dan bumi kita,” katanya.

