Pemanfaatan PLTS Pertamina NRE Masifkan Kegiatan Hidroponik
DUMAI, Investortrust.id - Pemanfaatan pembangkkit listrik tenaga surya (PLTS) Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) masifkan kegiatan hidroponik, khususnya di Dumai, Riau karena mampu mengurangi biaya listrik sekaligus memproduksi pangan secara mandiri.
"PLTS ini juga bisa dijalankan di daerah dengan keterbatasan akses listrik," kata Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi dalam keterangannya, Kamis (17/4/2025).
Dia mengatakan, pemanfaatkan PLTS ini merupakan bagian program Posyandu Sehati, yang digagas Pertamina Kilang Internasional (PT KPI) Unit Dumai bersama Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), sebagai bentuk kontribusi terhadap energi bersih dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga
"Program ini mampu menghemat biaya listrik Rp 400.000 per bulan, sekaligus menghasilkan panen senilali Rp 2,1 juta setiap bulan melalui kebun hidroponik bertenaga surya," kata dia.
Kebun tersebut sekarang telah menjadi simbol harapan baru bagi kesehatan, ketahanan pangan, dan kemandirian masyarakat Kota Dumai, khususnya di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur. "Melalui program ini, Pertamina NRE menunjukkan komitmen mendukung upaya menjadikan energi bersih lebih mudah diakses siapa pun,” kata Dicky.
Budi daya sayur hidroponik berawal dari 10 kader posyandu yang dahulu hanya dikenal sebagai pengukur tinggi badan balita, kini menjelma menjadi petani hidroponik andal. Mereka bukan hanya menanam sayur, tetapi juga menanam harapan.
Baca Juga
Bos PGEO Berharap Proyek Pertamina Geothermal Bisa Dilirik Danantara
Tak berhenti pada sayuran segar, para kader juga berinovasi mengolah hasil panennya menjadi produk sehat, seperti jus organik segar. Mereka aktif memproduksi makanan sehat lainnya, seperti nugget patin, bakso patin, hingga biskuit sorgum.
Menurut Area Manager Communication, Relations, & CSR PT KPI Unit Dumai Agustiawan, program ini kontribusi Pertamina untuk masyarakat. “Melalui hidroponik bertenaga surya ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk bisa memproduksi sendiri sumber pangan sehat secara mandiri dan ramah lingkungan," ujar dia.

