Pacu UMKM, Kemenkop Inisiasi Forum Ekonomi Sirkular ASEAN
JAKARTA, investortrust.id –Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bekerja sama dengan Sekretariat ASEAN menyelenggarakan Forum Dialog Kebijakan Regional tentang ekonomi sirkular. Kegiatan ini jadi sarana mempromosikan prinsip-prinsip ekonomi sirkuler di seluruh wilayah ASEAN.
“UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian regional di wilayah ASEAN. Terdapat lebih dari 70 juta UMKM di ASEAN, namun tingkat ekspor rata-rata UMKM di ASEAN masih rendah, yaitu sekitar 18%,” ujar Deputi Bidang UKM KemenKopUKM, Hanung Harimba Rachman, saat menghadiri Forum Dialog Kebijakan Regional tentang Ekonomi Sirkular di Gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta(25/7/2023).
Menurut Hanung, transisi hijau di negara tujuan ekspor ASEAN semakin menurunkan tingkat ekspor. Hal ini terjadi karena negara tujuan ekspor mulai memberlakukan regulasi ketat yang mencegah impor barang yang terkait dengan degradasi lingkungan.“Maka dari itu, penting untuk memperkenalkan model bisnis yang ramah lingkungan antara lain dengan model ekonomi sirkular,” tambah Hanung.
Ekonomi sirkular merupakan sistem ekonomi yang menerapkn upaya menghilangkan limbah dan memaksimalkan penggunaan sumber daya. Caranya dengan menjaga siklus penggunaan, pemakaian kembali, dan regenerasi yang berkesinambungan. Ini mewakili pergeseran paradigma dari model linear tradisional "ambil-produksi-buang" menjadi pendekatan yang lebih berkelanjutan dan regeneratif.
“Pada intinya, ekonomi sirkular bertujuan untuk menciptakan sistem berkelanjutan di mana produk, material, dan sumber daya dirancang, diproduksi, dan dikelola dengan cara yang meminimalkan dampak lingkungan dan mendorong kemakmuran sosial dan ekonomi,” ujar Hanung.
Adopsi prinsip-prinsip ekonomi sirkular yang berhasil di wilayah ASEAN bisa membawa dampak transformasional. Praktik ekonomi sirkular akan mengurangi jejak karbon, meminimalkan pembentukan limbah, dan melestarikan sumber daya alam, sehingga mengurangi degradasi lingkungan.
“Indonesia sebagai penyelenggara Forum Dialog Kebijakan Regional tentang Ekonomi Sirkular ini berharap inisiasi ini akan menjadi langkah maju dalam mewujudkan visi bersama untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di wilayah ASEAN,” tutup Hanung.

