Perusahaan Fintech Amartha Dukung Pemberdayaan Perempuan Berkelanjutan
BANYUWANGI, investortrust.id – Perusahaan fintek PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) bekolaborasidenganKementerianPemberdayaanPerempuandanPerlindungan Anak (Kemen PPPA) merealisasikan program Desa Ramah Perempuan dan PeduliAnak(DRPPA). Program pemberdayaanperempuanlewatlayanan keuangan inklusif diselenggarakan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
PeresmianprogramDRPPAdiBalaiDesaWatukeboini dihadiriDeputiBidangKesetaraan Gender Kemen PPPA LennyN.Rosalin, Chief Risk and Sustainability OfficerAmartha, Aria Widyanto, sertaBupatiBanyuwangi,IpukFiestiandaniAzwarAnas.
DRPPA merupakan inisiatif dari Kementerian PPPA yang fokus pada implementasi SDG (Sustainable Development Goals). Lewat kolaborasi ini, DRPPA akan menjalankan program-program berperspektif gender dan hak anak. Program ini direalisasikan lewatpembinaandanpemberdayaanmasyarakatdesasecaraterencanadan berkelanjutan.
Nilai sejalan dengan komitmen Amartha dalam menjalankanprinsip keberlanjutan. Sejauh ini Amartha berupaya menghadirkan peluang yang setara bagi setiap individuuntukmewujudkanhidup sejahtera.
Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Lenny N. Rosalin menyatakan, KemenPPPAmenyadari akselerasipemberdayaanmasyarakatdesa lewat program DRPPA, membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satu pihakswasta yang digandengn seperti Amartha.
Amartha dipilih karena dinilai sebagai pihak swasta memiliki kredibilitas yangmumpunidalammenjalankanprogrampemberdayaanperempuan,baiklewatserangkaianpelatihanmaupunakseskeuanganinklusifyangberkelanjutan. “Jikadigabungkan dengan strategi pengembangan DRPPA, saya optimis akan semakin luasdampakyangtercipta.KemenPPPAsejaktahun2021telahmenginisiasiprogramDRPPAmelaluipilotingdiratusandesa/kelurahandiseluruhIndonesia,” ujar Lenny.
Melalui kerja sama ini, Amartha akan bertindak sebagai pengembang kurikulum danfasilitator pelatihan bagi warga desa serta para kader SAPA (Sahabat Perempuan danAnak).Padaperiodepertamaini,Amarthamenjalankanprogramny diDesaWatukebodanDesaKepundungan,KabupatenBanyuwangi,JawaTimur.Pelatihanakanfokus pada topik literasi keuangan dan digital, kewirausahaan UMKM, serta pentingnya sanitasidanhigienitas.
Chief Risk and Sustainability Officer Amartha menjelaskan, Aria Widyanto, mengatakan, kolaborasiAmarthadanKemenPPPAlewat program DRPPA, bertujuan mendorong kesetaraandalampemberdayaanperempuan. Kesetaraan tersebut dinilai perlu dijalankan di lingkup pedesaan yang masih punya banyak tantangan dalam memajukan perekonomian akar rumput.
Pengalaman dan jangkauan jaringan Amartha di lebih dari 52,000 desa di Indonesiadapat membantu memperluas dampak pemberdayaan ekonomi perempuan. Wujudnya melaluiakses layanan keuangan, pendampingan kewirausahaan, serta edukasi dalam prosesadopsi digital, sehingga memungkinkan perempuan lebih berdaya dan setara.
“Kolaborasi ini menjadi salah satu prioritas Amartha untuk turut ambil peran dalammendukungpembangunandesaberperspektifgenderyangberkelanjutan,sertaberbasispadanilai-nilaiSDG,” ujar Aria Widyanto.
ProgramDRPPAmemiliki10indikatorisukesetaraanyangharusdiselesaikan. Beberapadiantaranya seperti implementasikebijakandesayangramahperempuandananak,pembiayaandesauntukpemberdayaanperempuan,kewirausahaanberperspektifgender, pengasuhan/pendidikan bagi ibu dan keluarga, tidak ada kekerasan bagi perempuandananak,hinggatidakadapekerjaanak,dantidakadaperkawinanusia.
IpukFiestiandini,BupatiKabupatenBanyuwangimenyampaikan,Pemda BanyuwangisangatmendukungprogramDRPPA. Berbagai stigma yang menyudutkan perempuan perlu dihilangkan seperti pembatasan tingkat pendidikan maupun praktik pernikahan dini.
“Perempuan juga dibatasi ruanggerak dan inovasinya dalam berwirausaha, sehingga hanya fokus mengurus pekerjaandomestik. Padahal perempuan punya potensi yang besar untuk menggerakkan rodaekonomi pedesaan. Maka, program seperti inilah yang harus kita dukung, sehinggaterciptadesayangberperspektifgender,” ujar IpukFiestiandini.
Dalam kerja sama ini, Amartha menyiapkan 20 modul pelatihan untuk meningkatkankapabilitas peserta. Amartha menargetkan sebanyak 350.000 peserta mendapatkanpelatihanselamasatutahun.LangkahpertamayangdilakukanadalahdenganmemberikanpelatihanTrainingofTrainer(ToT)kepada1.000tenagalapanganAmarthadanSahabatPerempuandanAnak(SAPA).

