Baca Juga

Bos Pupuk Indonesia Gak Bisa Tidur Nyenyak Gara-Gara Kelanjutan Program Gas Murah Masih Belum Jelas


Dalam aspek transisi energi, lanjut Ade Cahya, Pupuk Kujang secara bertahap melakukan hijrah kelistrikan. Ini dilakukan dengan menggunakan listrik energi baru terbarukan dari PLN.

Listrik bersih itu dihasilkan melalui proses yang ramah lingkungan dan menggunakan energi baru terbarukan. EBT yang dipakai seperti dari pembangkit listrik tenaga air, panas bumi, bioenergi, hibrid, angin, dan tenaga surya.


Raih Sertifikat Khusus
Di antara hal yang membedakannya dengan listrik biasa, pengguna listrik bersih biasanya meraih sertifikat khusus yang disebut sertifikat Renewable Energy Certificate (REC). "Untuk penggunaan EBT itu sudah dimulai sejak pertengahan Juli 2022," kata Ade Cahya.

Melalui kerja sama dengan PLN UP3 Karawang, Pupuk Kujang saat itu mulai membeli 1.800 unit Renewable Energy Certificate per bulan. Jumlah ini setara dengan 1.800 megawatt-hours (MWh) per bulan.

"Langkah lainnya menuju NZE ialah dengan memperbanyak kendaraan listrik untuk operasional,  yang dimulai pada Maret 2023. Itu diawali dengan penggunaan 40 unit motor listrik untuk operasional pabrik. Dengan penggunaan motor listrik, emisi yang dihasilkan kendaraan operasional bisa ditekan," katanya.

Baca Juga

Pertamina Geothermal (PGEO) Produksi Pupuk dari Limbah Panas Bumi


Upaya transisi menuju NZE juga dilakukan hingga aspek produksi, yakni dengan mendirikan pabrik dry ice atau es kering. Pabrik ini bisa mencegah 3 ribu ton karbon rilis ke udara dalam setahun.

Dry ice merupakan komoditas yang dibuat dari CO2 atau karbon dioksida. Sebagai perusahaan petrokimia, Pupuk Kujang memiliki karbon dioksida yang melimpah.

"Senyawa itu merupakan buangan dari pabrik amoniak, suatu zat kimia yang digunakan sebagai bahan baku pupuk," ujarnya.