KAI Pasang PLTS di 40 Stasiun dan 2 Balai Yasa, Pengurangan Emisi Karbon Capai 57,5 Ton
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 40 stasiun, di Balai Yasa Manggarai, dan Balai Yasa Jogjakarta.
Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo mengungkapkan, penerapan PLTS sudah mengurangi emisi gas karbon sebesar 57,5 ton atau setara dengan penanaman 79 pohon. PV modul yang digunakan panel surya tersebut sebesar 550 Wp (watt peak) dan 410 Wp.
“PLTS di 40 stasiun di bulan November–Desember 2023 sudah mengurangi emisi gas karbon sebesar 48,21 ton atau setara menanam pohon sebanyak 66 pohon. Adapun PLTS Balai Yasa Manggarai per bulan November–Desember 2023 sudah mengurangi emisi gas karbon sebesar 9,29 ton atau setara menanam pohon sebanyak 13 pohon,” ujar Didiek di Jakarta, Kamis (28/12/2023).
Lebih lanjut, 40 stasiun KA (kereta api) yang sudah dipasang PLTS yaitu Stasiun Pasar Senen, Tanjung Priok, Depok, Citayam, Jakarta Kota, Duri, Serpong, Parung Panjang, Cikini, Bogor, Gondangdia, Juanda, Mangga Besar, Sawah Besar, Cirebon, Cirebon Prujakan, Brebes, Purwokerto, Kutoarjo.Berikutnya, Kroya, Cilacap, Yogyakarta, Ketapang, Probolinggo, Jember, Rangkasbitung, Tangerang, Universitas Indonesia (UI), Cawang, Semarang Tawang Bank Jateng, Semarang Poncol, Tegal, Pekalongan, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Malang, Bojonegoro, dan Wonokromo.
Sistem PLTS yang dibangun KAI ini menggunakan sistem On Grid dimana sistem PLTS terhubung dengan jaringan listrik PLN (Perusahaan Listrik Negara), sehingga listrik pada bangunan aset KAI tetap andal dalam melayani kebutuhan pelanggan KAI.
“Sistem PLTS yang terpasang sudah terhubung dengan jaringan internet, sehingga energi yang dihasilkan oleh PLTS dapat dimonitor secara realtime melalui komputer ataupun aplikasi pada perangkat handphone,” tambah Didiek.
Baca Juga
KAI Punya PLTS di Stasiun dan Balai Yasa, Investasinya Rp18 Miliar
KAI telah berkomitmen untuk mewujudkan Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060 dengan memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT).
“Implementasi PLTS di lingkungan KAI ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk turut serta menghijaukan Indonesia melalui Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pemanfaatan EBT. Langkah ini pun selaras dengan kebijakan pemerintah untuk mengurangi gas rumah kaca menuju Net Zero Emission di tahun 2060,” tegas Didiek.

