ESDM Pasang Sambungan Listrik Gratis pada 3.817 Rumah Tangga di Kalbar
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menyalurkan Progam Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada 3.817 rumah tangga tidak mampu di Kalimantan Barat sepanjang tahun 2024.
Koordinator Standardisasi Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan, Hanat Hamidi menyebutkan, apabila tambahan anggaran sudah tersedia, jumlahnya akan ditingkatkan menjadi 6.315 rumah tangga.
"Pada tahun 2024 ini, sesuai Keputusan Menteri ESDM tentang Penetapan Calon Penerima BPBL Tahun 2024 Tahap 2 untuk Provinsi Kalimatan Barat telah ditetapkan menyasar sebanyak 3.817 rumah tangga dan akan ditingkatkan menjadi 6.315 rumah tangga," ujar Hanat dalam keterangan resmi, Selasa (17/9/2024).
Baca Juga
BUMN Jalin Kolaborasi Pengembangan Hidrogen Hijau, Pupuk Indonesia Jadi "Off Taker"
Hanat menyampaikan, realisasi program untuk Provinsi Kalimantan Barat di tahun 2022 mendapatkan sebanyak 5.482 rumah tangga. Sementara itu, realisasi pada akhir tahun 2023, Provinsi Kalimantan Barat mendapatkan sebanyak 9.500 rumah tangga.
"Melalui program BPBL ini diharapkan dapat membawa multiplier effect pada upaya meningkatkan taraf hidup dan kemandirian masyarakat," jelas Hanat.
Sebagai informasi, program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dan membantu masyarakat memperoleh akses listrik. Program ini dilaksanakan oleh PT PLN (Persero) dan mendapat dukungan penuh dari Komisi VII DPR.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII DPR, Katherine menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Ditjen Ketenagalistrikan dan PT PLN (Persero) yang sudah banyak berperan demi terlaksananya program BPBL ini.
Baca Juga
Anggaran Kementerian ESDM 2025 Disepakati Rp 3,91 Triliun, Bahlil Keluhkan Ini
"PLN dan Ditjen Gatrik yang sudah banyak membantu masyarakat, kondisinya saat ini banyak masyarakat di pelosok dan pedalaman, sekarang sudah banyak dapat akses listrik, walaupun jaraknya jauh tapi alhamdulillah listrik sudah masuk desa," sebut Katherine.
Dia menjelaskan bahwa saat ini listrik merupakan kebutuhan yang mendasar. Namun, masih banyak masyarakat yang menyalur listrik dari tetangga. Diharapkan, dengan adanya program BPBL ini bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat.

