Telkomsel Tuntaskan Program CSR di Sulawesi Selatan
JAKARTA, investortrust.id - PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) telah menuntaskan dua program tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) di Maros, Sulawesi Selatan. Program itu meliputi pembersihan lingkungan dalam program Telkomsel Jaga Bumi Waste Management dan pelatihan tanggap bencana Gladian Panji Relawan dalam program Telkomsel Emergency Response and Recovery Activity (TERRA).
“Kedua kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif CSR Telkomsel untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kelestarian lingkungan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,” kata Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Saki H Bramono melalui keterangan resmi yang diterima investortrust.id, Kamis (29/8/2024).
Menurut Saki, kegiatan public clean-up difokuskan pada pembersihan lingkungan di sepanjang sungai hingga dermaga di Dusun Ramang Ramang. Sebagai bagian dari program Telkomsel Jaga Bumi Waste Management, kegiatan ini tidak sekadar membersihkan area, tetapi juga melibatkan edukasi mengenai pemilahan dan daur ulang sampah, terutama yang berbahan dasar plastik.
Saki menjelaskan, untuk memperkuat dampak kegiatan ini, Telkomsel melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk komunitas mahasiswa pecinta alam, komunitas anak sungai, masyarakat setempat, serta karyawan Telkomsel yang berpartisipasi melalui Employee Volunteering Program (EVP). Selain di Sulawesi Selatan, kegiatan serupa akan dilaksanakan di Bengkulu dan Jawa Barat dalam waktu dekat.
Adapun program Gladian Panji Relawan TERRA, kata Saki, dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana, dengan memberdayakan mahasiswa serta pemuda dari komunitas pecinta alam dan komunitas peduli bencana sebagai agen perubahan.
“Program ini menghadirkan berbagai materi penting terkait kebencanaan, seperti Pemetaan Risiko, Alokasi Sumber Daya, Notifikasi Dini, Jaringan Evakuasi Aman, dan Integrasi Penanganan Darurat (Panji),” ujar dia.
Karst Terindah di Dunia
Saki Bramono mengungkapkan, para peserta juga diajak mengamati potensi bencana di sekitar dan memahami pentingnya menjaga kelestarian alam, terutama di wilayah UNESCO Global Geopark Maros - Pangkep, yang dinobatkan sebagai kawasan karst (pergampingan) terbesar dan terindah kedua di dunia pada 2023.
“Sebelumnya, pelatihan offline juga telah dilaksanakan di Jawa Timur, dengan pendampingan secara online selama dua bulan,” tutur dia.
Saki Bramono menegaskan, pihaknya berkomitmen menghadirkan inovasi yang tidak hanya memberikan manfaat bagi pelanggan, tetapi juga mendukung terciptanya kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat luas.
"Dalam setiap langkah perusahaan, kami memastikan bahwa visi Telkomsel untuk menjadi penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan yang memberdayakan masyarakat Indonesia, diwujudkan dengan tindakan nyata yang sustainable (berkelanjutan)," papar dia.
Dia mengemukakan, Inisiatif Telkomsel Jaga Bumi adalah wujud nyata komitmen Telkomsel dalam menciptakan dampak positif terhadap lingkungan, sejalan dengan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG) yang diterapkan dalam setiap aspek bisnis perusahaan.
Saki mengemukakan, dalam Program Telkomsel Jaga Bumi Waste Management, perusahaan berfokus pada pengelolaan limbah dan daur ulang sampah plastik bernilai rendah, seperti limbah Kartu SIM bekas, yang diolah menjadi produk bernilai tambah.
Inisiatif keberlanjutan seperti Telkomsel Jaga Bumi dan Gladian Panji TERRA, menurut dia, adalah bagian dari upaya Telkomsel mewujudkan misi keberlanjutan, dengan memastikan teknologi dan inovasi yang dihadirkan turut mendukung kelestarian alam lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat.
“Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, kami percaya bahwa bersama-sama kita dapat maju serentak berikan dampak nyata," tandas Saki.

