Dewan Pakar TKN Pra-Gib Sebut Potensi Transaksi Pasar Karbon RI Capai Rp 2.875,7 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka (Pra-Gib), Laode M. Kamaluddin menyebutkan, Indonesia memiliki potensi transaksi pasar karbon per tahunnya sekitar Rp 2.875,7 triliun.
Hal ini disampaikan Laode karena Indonesia memiliki target pengurangan emisi karbon sebesar 5,88 miliar ton CO2 serta permintaan atau demand pasar karbon global akan meningkat 29% per tahun hingga tahun 2030.
“Total yang ditargetkan sekarang itu 5,88 miliar ton CO2. Kalau dijual hari ini hanya US$ 5 saja, kita hanya bisa mendapat Rp 416,8 triliun per tahun, sedangkan kalau optimis dengan (dijual) US$ 34,5 saja kita mendapatkan Rp 2.875,7 triliun per tahun. Ini new game dan ini dibutuhkan banyak orang untuk bekerja,” papar Laode dalam acara Investortrust CEO Forum di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Kamis (29/8/2024).
Baca Juga
Laode menambahkan, tantangan dalam mencapai potensi pasar karbon tersebut adalah biaya investasi yang cukup mahal.
Dalam paparannya, forest and other land uses (FOLU) membutuhkan investasi sebesar Rp 309,01 triliun, energi sebesar Rp 3.500 triliun, Industrial Processes and Production Use (IPPU) sebesar Rp 0,93 triliun, Limbah sebesar Rp 185,27 triliun, dan Pertanian sebesar Rp 7,23 triliun.
“Jadi totalnya (investasi yang dibutuhkan) Rp 4.000,2 triliun. Dan 4.000 (triliun) ini harga karbonnya baru US$ 5,” ujar Laode.
Baca Juga
Potensi Fantastis Carbon Trading Kebun Sawit, hingga 30 Tahun
Menurutnya, strategi dalam mengantisipasi tantangan ke depannya adalah dengan pengembangan teknologi yang saat ini sedang dikembangkan oleh Badan Pengelola Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Niaga Karbon (BPPPI-TNK).
“Harga carbon trading kita itu dimainkan oleh negara maju, karena kita tidak berdaulat. Tapi dengan sistem yang andal ini, orang bisa mengecek bahwa itu betul dan itu interaktif. Harga karbon di suatu tempat bisa berubah dari hari-hari dan itu bisa dilakukan secara interaktif. Dan desain itu sudah kita lakukan, hal ini belum pernah ada sebelumnya,” tandas Laode.

