Bakal Dilanjut, Pemerintah Siap Bagikan 157.000 Alat Masak Listrik Gratis
JAKARTA, investortrust.id - Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan program pembagian alat masak listrik (AML) atau rice cooker gratis bakal dilanjut tahun 2024 ini. Sebanyak 157.000 AML gratis siap dibagikan ke masyarakat.
Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan, Jisman Hutajulu mengatakan, program tersebut sejatinya memiliki target untuk membagikan 500.000 AML gratis ke masyarakat. Namun, sejauh ini yang baru terealisasi sekitar 343.000 unit atau 68%.
“Jadi karena sudah kita hitung manfaatnya dan program itu bermanfaat dan sudah ada laporannya, AML ini kita akan teruskan,” ujar Jisman saat ditemui di kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Jakarta, Rabu (31/7/2024).
Baca Juga
Program Rice Cooker Gratis Dikritik, DPR Minta Dirjen Gatrik Dicopot
Dijelaskan oleh Jisman, manfaat yang dimaksud dari program pembagian AML gratis ini di antaranya adalah terjadi penurunan emisi, lebih bersih, lebih mengoptimalkan listrik, dan yang tidak kalah penting adalah berhasil menurunkan impor LPG.
“Itu yang kita sudah dapatkan dan kita sudah laporkan itu ke Kementerian Keuangan sebagai dasar program ini berhasil tidak. Nah, setelah kita perlihatkan angkanya, mereka sudah mengiyakan dan ini dalam proses,” terang dia.
Jisman pun berharap agar dalam waktu dekat sudah ada review anggaran untuk 157.000 AML tersebut. Dia memperkirakan nominalnya berada di kisaran Rp 85 miliar.
“Kalau gak salah Rp 85 miliar. Itu akan diteruskan tahun ini. Dan datanya, ya kita sudah mulai siapkan, dan segera. Berharap sih di bulan Oktober sudah selesai semua itu,” ungkap Jisman.
Baca Juga
Rice Cooker Gratis Mulai Dibagikan, Target Distribusi Awal ke 53.161 Rumah Tangga
Terkait dengan merek apa yang akan digunakan untuk pembagian 157.000 rice cooker gratis itu, Jisman mengaku masih belum mengetahuinya. Sebab, akan dilakukan lelang (bidding) terlebih dahulu.
“Mereknya nanti kan ada bidding itu ya, tergantung siapa yang menang. Untuk (program) yang baru ini kan harus di-bidding lagi,” sebutnya.

