Peringati Hari Lingkungan Hidup, POWR Bangun Jembatan “Bahagia” di Desa Pantai Bahagia
JAKARTA, investortrust.id - The United Nations Environment Programme (UNEP) menetapkan tema “Land Restoration, Desertification and Drought Resilience” sebagai tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2024.
Land Restoration (restorasi lahan) adalah pilar utama dalam program Restorasi Ekosistem PBB selama tahun 2021- 2030. Program ini merupakan bagian dari usaha PBB untuk meningkatkan perlindungan dan kebangkitan ekosistem seluruh dunia.
Di Indonesia sendiri, Badan Lingkungan Hidup (BLH) juga menetapkan tema “Penyelesaian Krisis Iklim dengan Inovasi dan Prinsip Keadilan” sebagai tema peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2024.
Mengawali peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 yang jatuh pada 5 Juni 2024, PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) bersama dengan Pemerintah Desa Pantai Bahagia, Pemerintah Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi dan tokoh-tokoh masyarakat, mengadakan kegiatan kemasyarakatan dan lingkungan hidup di salah satu desa binaan Perseroan, yaitu Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi.
Baca Juga
PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) Gelar Program Pengelolaan Sampah Terpadu
Kegiatan ini merupakan wujud partisipasi aktif Perseroan dalam menginspirasi perubahan untuk menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan. Perseroan membagikan pengetahuan kepada masyarakat di Aula Kelompok Bahagia Berkarya (KEBAYA), Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, mengenai tata kelola limbah B3, penurunan emisi, dan efisiensi air yang disampaikan oleh para karyawan Perseroan.
Tujuan penyampaian ketiga aspek materi tersebut agar masyarakat dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan keseharian mereka sebagai garda terdepan dalam merestorasi lahan di Desa Pantai Bahagia ini. Saat ini, Desa Pantai Bahagia merupakan bagian dari lahan yang bertransformasi kembali dari area komoditas tambak menjadi area konservasi mangrove dan tempat wisata bahari.
Sejak tahun 2018, PT Cikarang Listrindo Tbk telah menanam mangrove secara bertahap dan berkelanjutan sebanyak 10.000 mangrove hingga akhir Mei 2024. Ke depannya, Perseroan berkomitmen untuk melakukan penanaman secara rutin minimal 5.000 pohon mangrove setiap tahunnya.
Selain berbagi pengetahuan untuk masyarakat Desa Pantai Bahagia, Perseroan melalui perwakilan manajemennya yaitu Jannes M. Sirait, bersama dengan Nur Aggraini sebagai perwakilan Pemerintah Desa Pantai Bahagia dan Ibu Alpiah sebagai founder dari KEBAYA, menyerahkan dan meresmikan Jembatan Bahagia untuk mendukung pengembangan wisata bahari Desa Pantai Bahagia.
Jembatan ini akan menjadi salah satu destinasi wisata edukasi pertama dan diharapkan menjadi sejarah baru untuk mendukung perekonomian masyarakat dan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Pantai Bahagia.
Baca Juga
PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) Cetak Laba US$ 77 Juta di 2023
Perseroan dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melakukan implementasi penyelesaian krisis iklim dengan inovasi dan prinsip keadilan kepada desa-desa binaan baik di area konservasi ataupun non-konservasi di sekitar area operasional Perseroan baik di Jababeka, MM-2100 ataupun Babelan.
Inovasi krisis iklim ini juga tercermin pada kegiatan operasional Perseroan dalam komitmen penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), yaitu penurunan hingga 10% pada tahun 2025, 20% pada tahun 2030, dan net zero pada tahun 2060.
Kontribusi nyata Perseroan dalam menurunkan emisi karbon ini memperoleh apresiasi dari Bumi Global Karbon (BGK) Foundation yang bekerja sama dengan Investor Trust atas “Transparansi dan Penurunan Emisi Korporasi Terbaik Tahun 2024” pada 29 Mei 2024 yang digelar di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat.
PT Cikarang Listrindo Tbk mendapatkan dua penghargaan yaitu Transparansi Penurunan Emisi Korporasi dengan predikat Green Elite dan Transparansi Perhitungan Emisi dengan predikat Platinum Plus.

