Pidato Lengkap Presiden Jokowi Saat Membuka KTT World Water Forum Ke-10
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka World Water Forum ke-10 di Bali Internasional Convention Center (BICC), Bali, Senin (20/5/2024). Pembukaan KTT World Water Forum 2024 ini dihadiri oleh sejumlah pemimpin negara, delegasi, dan tamu undangan.
Beberapa di antaranya, Presiden World Water Council Loic Fauchon, Presiden Majelis Umum PBB Dennis Francis, Wakil PM Malaysia Dato Sri Haji Fadillah bin Haji Yusof, Utusan Khusus Persatuan Emirat Arab Suhail Mohamed Al Mazroui, dan Wakil PM Papua Nugini John Rosso. Kemudian Utusan Khusus yang juga Presiden Hungaria 2012-2022 János Áder, PM Tajikistan Qohir Rasulzoda, Presiden Sri Lanka Ranil Wickremesinghe, Presiden Fiji Ratu Wiliame Maivalili Katonivere, Ketua DPR yang juga Perwakilan Presiden International Parliamentary Union (IPU) Puan Maharani, dan Kepala Pemerintahan Maroko Aziz Akhannouch. Hadir juga CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk yang turut memberikan sambutan.
Baca Juga
Jokowi Kenalkan Prabowo sebagai Presiden Terpilih di World Water Forum Ke-10
Dalam pidato saat membuka KTT World Water Forum, Presiden Jokowi menekankan kolaborasi menjadi kunci bagi dunia dalam mengatasi berbagai tantangan global terkait air. Jokowi mengatakan, air bersih menjadi tantangan global saat ini. Dari 72% permukaan bumi yang tertutup air, hanya 1% yang bisa diakses dan digunakan sebagai air minum dan keperluan sanitasi. Bahkan, pada 2050, diperkirakan sebanyak 500 juta petani kecil paling rentan mengalami kekeringan. Padahal, petani kecil merupakan penyumbang 80% pangan dunia.
Berikut pidato lengkap Jokowi saat membuka KTT World Water Forum ke-10 di Bali:
Selamat datang di Bali, suatu kehormatan bagi Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Forum Air Sedunia yang ke-10 untuk meneguhkan komitmen bersama dan merumuskan aksi nyata pengelolaan air yang inklusif dan berkelanjutan.
Bisa kita bayangkan dari 72% permukaan bumi yang tertutup air, hanya 1% yang bisa diakses dan digunakan sebagai air minum dan keperluan sanitasi. Bahkan di tahun 2050, 500 juta petani kecil sebagai penyumbang 80% pangan dunia diprediksi paling rentan mengalami kekeringan. Tanpa air tidak ada makanan, tidak ada perdamaian, tidak ada kehidupan. No water, no life, no growth. Oleh sebab itu, air harus dikelola dengan baik karena setiap tetesnya sangat berharga.
Yang Mulia, sebagai negara dengan luar perairan yang mencapai 65%, Indonesia kaya kearifan lokal dalam pengelolaan air. Mulai dari sepanjang garis pantai, pinggiran aliran sungai sampai tepian danau. Masyarakat kami memiliki nilai dan budaya terhadap air salah satunya sistem pengairan Subak di Bali yang dipraktikkan sejak abad ke-11 yang lalu dan diakui sebagai warisan budaya dunia.
Selain itu, bagi masyarakat Bali, air adalah kemuliaan yang mengandung nilai-nilai spiritual dan budaya yang harus dikelola bersama-sama. Hal itu sejalan dengan tema kita tahun ini, yaitu air bagi kemakmuran bersama yang bisa dimaknai menjadi tiga prinsip dasar, yaitu menghindari persaingan, mengedepankan pemerataan dan kerja sama inklusi, serta menyokong perdamaian dan kemakmuran bersama, di mana ketiganya hanya bisa terwujud dengan sebuah kata kunci yaitu kolaborasi.
Di Indonesia, kolaborasi telah menjadi kunci keberhasilan dalam restorasi Sungai Citarum serta pengembangan energi hijau, solar panel terapung di Waduk Cirata yang menjadi terbesar di Asia Tenggara dan ketiga di dunia.
Baca Juga
Jokowi Tekankan Kolaborasi Jadi Kunci Dunia Atasi Persoalan Air
Yang Mulia, dengan berkumpulnya kita di Bali hari ini, tentu Indonesia berharap dunia dapat saling bergandengan tangan secara berkesinambungan untuk memperkuat komitmen kolaborasi dalam mengatasi tantangan global terkait air. Let's preserve our water today for shared prosperity tomorrow and in relation to continuity.
In Oktober my term as president will come to an end and on this good occasion allow me to introduce the president-elect of Indonesia Mr Prabowo Subianto who is currently serving as minister of defense who will continue Indonesia's commitment to contribute to world water management. Terima kasih pak Prabowo.
Yang Mulia, air adalah sumber kehidupan, air juga merupakan simbol keseimbangan dan keharmonisan. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, air juga dapat menjadi sumber bencana. Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Forum Air Sedunia ke-10 secara resmi saya nyatakan dibuka. Terima kasih.

