PLN Sebut Indonesia Bisa Jadi Pemain Hidrogen Global, Ini Sebabnya
JAKARTA, investortrust.id - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) meyakini Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain hidrogen secara global. Faktor utamanya karena Indonesia bisa memproduksi hidrogen lebih murah dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
VP Hidrogen dan Dekarbonisasi PLN, Ricky Cahya Andrian menerangkan, harga hidrogen lokal yang dinikmati masyarakat bisa mencapai US$ 6,57 per kilogram jika menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU.
Ia menilai nominal tersebut dapat ditekan menjadi US$ 4,16 per kg jika diproduksi dari PLTA. Maka dari itu, menurutnya, tidak ada kendala bagi Indonesia untuk mengekspor hidrogen ke berbagai negara.
Baca Juga
Bangun SPBH, Pertamina Percepat Ekosistem Kendaraan Hidrogen di Indonesia
“Karena kalau kita lihat market price di luar itu tinggi. Mereka bisa jalan karena disubsidi. Harga hidrogen di Jepang itu US$ 8 per kg, kalau di Korea Selatan US$ 7 per kg. Jadi, kita bisa menjadi pemain hidrogen global," kata Ricky dalam “3rd Investortrust Future Forum: Potensi Besar dan Masa Depan Mobil Hidrogen” di Aryaduta Hotel, Menteng, Jakarta, Kamis (16/5/2024).
Kendati demikian, Ricky menyebutkan ada sejumlah hal yang harus diperhatikan agar penyaluran hidrogen ini bisa berjalan lancar. Utamanya terkait dengan supply chain (rantai pasok).
“Kita harus lihat supply chain-nya. Kalau kita bicara hidrogen, mulai dari produksi, storage, transfer, dan utilisasi. Kalau sulit didapat, berarti ada masalah di supply chain,” terang dia.
Baca Juga
RI Ditargetkan Manfaatkan 9,8 Juta Ton Hidrogen per Tahun pada 2060
PLN sendiri disampaikan oleh Ricky sedang membuat kajian hidrogenisasi PLTA di pulau. Namun, yang menjadi persoalan adalah terkait dengan transportasi atau logistik.
“Bayangkan saja, 1 cradle 12 botol itu 1 ton. Isi hidrogennya cuma 6 kg. Jadi itu problem. Kami sendiri lagi berpikir kita sudah main di metanol, amonia. Kami sedang mencoba untuk mendapatkan harga keekonomian dari transport,” sebut dia.

