Indonesia Bisa Percepat Dekabornisasi Pembangkit Listrik pada 2050
JAKARTA, investortrust.id -Pakar dari Universitas Teknologi Delft Belanda (Delft University of Technology), Profesor Kornelis Blok menilai Indonesia bisa mempercepat dekarbonisasi ketenagalistrikan secara penuh pada 2050, bahkan lebih cepat, dari target 2060. Itu karena Indonesia punya sumber daya terbarukan yang cukup.
Menurut Kornelis Blok, sistem tenaga listrik Indonesia bisa berjalan 100% dengan mengandalkan pembangkit listrik tenaga surya (fotovoltaik/PV), penyimpanan, tautan bawah laut, dan beban dasar (baseloads).
Baca Juga
Menteri ESDM Pastikan Target Bauran EBT 23% Berlanjut di 2025
“Maka mengurangi kelebihan kapasitas batu bara yang ada merupakan hal penting untuk membuka jalan bagi energi terbarukan,” kata Prof Kornelis Blok dalam acara Hybrid Lecture Series yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Selasa (23/4/2024).
Prof Kornelis juga mengungkapkan, pasokan listrik dari Pulau Jawa ke Kalimantan dan Sumatera menjadi lebih hemat biaya jika menggunakan kabel bawah laut.
Karena itu, kata dia, dekarbonisasi penuh pada 2050 atau lebih cepat adalah hal yang memungkinkan bagi Indonesia. Itu bisa terealisasi jika pemerintah dan para pemangku kepentingan (stakeholders) lain segera bertindak mengurangi pembangkit listrik berbasis fosil secara bertahap, terutama pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) atau pembangkit batu bara.
Baca Juga
Target Bauran EBT Indonesia Dipangkas Jadi 17%-19% Tahun 2025
“Kami merekomendasikan pengembangan rencana penghentian penggunaan batu bara secara konkret, misalnya berdasarkan usia pabrik,” tutur dia.
Prof Kornelis Blok menyarankan pemerintah Indonesia meningkatkan industri fotovoltaik (PV) surya dalam negeri. Kemudian diperlukan pula penelitian lebih lanjut dan perencanaan jalur kabel bawah laut.

