IKN Takkan Lagi Panas, 15 Juta Bibit/Tahun Siap Menghijaukan
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Joko Widodo mengatakan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menjadi pusat ekowisata (ecotourism) dengan diversitas tanaman dan spesies yang lengkap. Kelak, IKN tidak akan panas seperti sekarang karena disulap lagi menjadi hutan hujan tropis.
Saat ini, hutan tanaman industri yang ada hanya satu macam jenis tanaman saja (monokultur), sehingga IKN terasa panas. Nantinya akan dijadikan tropical rainforest (hutan hujan tropis) melalui persemaian Mentawir, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
“Kita tahu sekarang hutan yang ada disini itu hutan tanaman industri, monokultur, hanya satu macam jenis tanaman yang ada yaitu eucalyptus yang dipakai untuk bubur kertas. Setelah Ibu Kota pindah akan kita balik menjadi tropical rainforest lagi, tidak hanya Nusantara tetapi (seluruh) Kalimantan,” kata Jokowi di IKN saat groundbreaking ke-5 dalam pantauan live Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (1/3/2024).
Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah membangun persemaian Mentawir di atas lahan seluas 120 hektare, dengan area persemaian dan bangunan sekitar 32,5 hektare. Persemaian ini menggunakan konsep kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Hasil kerja sama patungan antara KLHK, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta pihak swasta ini dapat memproduksi 15 juta bibit per tahun. Nantinya, jutaan bibit yang dihasilkan dari persemaian Mentawir akan dibawa ke IKN untuk ditanam di lahan-lahan kritis.
“Kita siapkan yang namanya nursery/persemaian (Mentawir) yang sekarang ini sudah berproduksi dan siap kurang lebih 15 juta setiap tahunnya di nursery Mentawir kurang lebih 30 menit dari sini,” jelas Jokowi.
Persemaian Mentawir dalam 6-7 bulan ke depan diharapkan dapat memproduksi bibit pohon yang antara lain terdiri dari kayu nyatoh, meranti, kapur, gaharu, dan jambu-jambuan. Penanaman pohon-pohon tersebut diharapkan akan menarik satwa dan burung-burung untuk masuk ke habitatnya di IKN.
“Bapak/Ibu bisa membayangkan, 'kok sekarang panas?' Ya panas memang pohonnya masih kurang dan monokultur. Tapi nanti kalau spesiesnya sudah bermacam-macam seperti tropical rainforest lagi ini akan menjadi betul-betul kota yang hijau, Forest City,” tandas Jokowi.
Pemanfaatan air baku untuk persemaian tersebut bersumber dari embung yang berkapasitas tampung 160.000 m3 dan luas genangan 7,28 hektare. Volume tampungan embung direncanakan mampu mendukung pemanfaatan pengambilan air berkapasitas 60 liter/detik. Infrastruktur ini dibangun dengan kedalaman 2,5 m, embung ini memanfaatkan air Sungai Mandahan yang berlokasi di samping fasilitas persemaian selebar 5 m dengan kedalaman 0,5 – 1 m dan debit 225 liter/detik.
Baca Juga

