Kenalkan Sistem U-Refill, Unilever (UNVR) Klaim Berhasil Pangkas Penggunaan Plastik
JAKARTA, investortrust.id - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mensosialisasikan sistem U-Refill yang hadir di bank sampah binaannya.
Sistem ini menjadi salah satu upaya yang dilakukan Unilever untuk mengurangi penggunaan plastik, khususnya terhadap produk-produk yang mereka jual.
Head of Division Environment & Sustainability Unilever Indonesia Foundation, Maya Tamimi menjelaskan, U-Refill adalah contoh penerapan ekonomi sirkular yang mengedepankan pentingnya perilaku bijak sampah, yaitu penggunaan kembali dan daur ulang, serta pengurangan penggunaan plastik.
Baca Juga
UNVR Berupaya Redam Aksi Boikot, Peluang Penguatan Saham Mulai Terbuka?
“Di 817 titik gerai yang berpartisipasi, termasuk di bank sampah, konsumen dapat membeli produk Rinso, Sunlight, dan Wipol tanpa kemasan. Mereka cukup membawa kemasan bekas atau kosong untuk diisi ulang, dan membeli produk dengan harga yang lebih ekonomis,” kata Maya Tamimi dalam acara Media Gathering Hari Peringatan Sampah Nasional 2024, Senin (4/3/2024).
Maya menyebutkan bahwa selama setahun beroperasi, U-Refill telah mengurangi penggunaan plastik sebanyak kurang lebih 6 ton dari lebih dari 91.000 liter produk yang terjual, serta menjangkau kurang lebih 6.000 pelanggan.
“Unilever Indonesia berharap acara diskusi dan kunjungan hari ini akan mampu menginspirasi dan mengajak lebih banyak masyarakat mendukung dan bergabung menjadi nasabah bank sampah serta mulai mencoba belajar berbelanja produk tanpa kemasan,” ujar Maya.
Baca Juga
Terendah dalam 13 Tahun Terakhir, Target Harga Saham Unilever (UNVR) Dipangkas
Dengan demikian, Maya berharap agar masyarakat bersama-sama bisa mewujudkan sistem pengelolaan sampah plastik yang lebih produktif dan berkelanjutan. Sebab, sampah plastik telah menjadi permasalahan serius.
Secara global, jumlah sampah plastik yang mencemari ekosistem laut diprediksi meningkat hampir tiga kali lipat pada 2040 apabila tidak ada upaya pencegahan.
Kondisi ini pun terjadi di Indonesia yang menghasilkan 12,87 juta ton sampah plastik pada 2022, yang mana 408.885 ton di antaranya berakhir di lautan setiap tahun.

