Hingga 2023, PLN Nusantara Mampu Turunkan Emisi Hingga 17 Juta Ton CO₂
JAKARTA, Investortrust.id – PT PLN Nusantara Power telah berhasil menurunkan emisi karbon setara 17 juta CO₂ sampai dengan September 2023. Penurunan dicapai perseroan melalui sejumlah strategi, di antaranya program co-firing di 22 lokasi unit, efisiensi pembangkit melalui program digitilisasi, pengoperasian 1,3 GW Kit EBT, serta berbagai upaya lainnya.
Pencapaian itu dipaparkan Account Executive PT PLN Nusantara Power, Frans Adam, dalam acara sosialisasi perdagangankarbon melalui IDXCarbon, Jumat (13/10/2023). “Efisiensi dari cara operasionalnya, yaitu dengan cara memonitoring, dan ini telah berhasil mengurangi emisi sebesar 0,9 juta ton CO₂ sejak 2020,” ujarnya.
Ia mengakui, keberadaan PLTU sedang menjadi sorotan dalam konteks penurunan emisi. Itu sebabnya, perseroan secara bertahap melakukan adaptasi teknologi. “Caranya seperti switching optimization technology supercritical dan ultra supercritical,” terang Frans Adam.
Baca Juga
Unggul Dibanding Jepang dan Malaysia, IDXCarbon Diyakini Punya Prospek Cerah
Cara ini telah dilakukan pada Pembangkit Jawa 7 yang berkapasitas 2X1000MW dan Pembangkita Jawa 8 berkapasitas 1X1000MW. Dua pembangkt ini terbukti berhasil menyumbang penurunan emisi hingga 2,2 juta ton CO₂.
“Dan saya tekankan, beberapa pembangkit PLN surplus untuk karbon, jadi kalau defisit masih bisa kita perdagangkan untuk jenis-jenis dari bio energy seperti gas combine cycle atau PLTS,” pungkas Frans Adam.
Dalam hal utilisasi gas buang PLTGU, salah satu contoh program unggulan PLN Nusantara adalah PLTGU Muara Karang yang berkapasitas 500MW. Pembangkit baru yang beroperasi secara komersial tahun 2020 ini memberikan kontribusi aktif untuk pengurangan emisi sebesar 7 juta ton CO₂.
Baca Juga
Resmi Diluncurkan Jokowi, BEI Catat 459.953 Ton Unit Karbon Ditransaksikan di IDXCarbon
”Yang kita coba listed kemarin itu sebesar 900 ribu ton dan di tahun 2023 hampir 1 juta ton CO₂. Lalu untuk tahun depan kita akan lihat dulu supply and demand,” ucap Frans Adam.
PLN Nusantara juga terus meningkatkan kontribusinya dengan mengoperasikan pembangkit engan energi terbarukan (renewable) dengan total kapasitas hampir 1,3 GW Kit. Pembangkit renewable terbesar saat ini ada Cirata dan Brantas.
Kontribusi pembangkit dengan energi terbarukan milik PLN Nusantara ini sejak 2020 mencapai 4,5 juta ton CO₂. Berbagai pencapaian ini, menurut Frans Adam, menjadi bukti komitmen PLN Nusantara untuk mendukung program pemerintah mensuksekan bursa karbon Indonesia. (CR-5)
Baca Juga

