PLN dan HDF Energy dari Prancis Kembangkan Pembangkit Listrik Hidrogen Hijau
JAKARTA, Investortrust.id - PT PLN (Persero) dan Hydrogen de France SA (HDF Energy) menandatangani Perjanjian Studi Pengembangan Bersama (PSPB) untuk mengembangkan pembangkit listrik hidrogen hijau di Indonesia. Ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang terjalin pada April 2023.
Selain sebagai wadah kajian bersama, PSPB juga dijadikan sarana mengevaluasi kelayakan teknis dan finansial dari pembangkit listrik hidrogen terbarukan yang didorong HDF di Indonesia Timur. Proyek pertama yang dikerjakan yaitu di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga
PLN Kembangkan Stasiun Pengisian Hidrogen Pertama di Indonesia
Direktur Utama (Dirut) PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan perjanjian ini bermanfaat bagi Indonesia untuk mempercepat capaian net zero emission pada 2060. Kemudian, sebagai upaya transisi energi dan dekarbonisasi ketenagalistrikan serta mengeksplorasi berbagai aplikasi hidrogen sesuai kebutuhan masyarakat dan sumber daya lokal yang tersedia.
“PLN bergerak maju lebih cepat berkat kemitraan ini sebagai pemimpin dalam produksi hidrogen di Indonesia. Selain itu, Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam produksi hidrogen hijau dengan mengeksplorasi inovasi teknologi futuristik," ucapnya, Rabu (6/12/2023).
Dia menjelaskan hidrogen hijau akan diproduksi terlebih dahulu dan kemudian diubah menjadi tenaga listrik. Sementara itu produk turunannya seperti amonia akan dijual.
Baca Juga
Bagaimana PLN Bisa Produksi 199 Ton Hidrogen Hijau, Ini Rahasianya
Direktur HDF Energy untuk Asia, Mathieu Geze mengatakan pihaknya bersama PLN bertujuan menjadikan Indonesia sebagai pelopor proyek hidrogen hijau di Asia Pasifik.
"Kami memiliki dedikasi untuk berkontribusi mencapai net zero emission melalui PSPB ini. HDF Energy teguh dalam komitmen terkait tanggung jawab perusahaan, pengelolaan lingkungan, dan upaya untuk mendorong masa depan yang berkelanjutan," tuturnya.
HDF Energy memiliki spesialisasi mengembangkan infrastruktur hidrogen dalam skala besar lewat teknologi fuel cell multi-megawatt (MW). Pembangkit listrik hidrogen terbarukan ini menjadi alternatif yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan energi matahari atau angin, serta air untuk memproduksi listrik yang stabil tanpa menghasilkan emisi gas rumah kaca dan tidak menimbulkan kebisingan.
HDF Energy saat ini mengembangkan total 23 proyek di Indonesia timur. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan PLN terkait teknologi hidrogen dan memperkuat posisinya sebagai pelaku utama dalam transisi menuju masa depan energi yang berkelanjutan. CR-14

