Pemerintah Ungkap Strategi Hidrogen Nasional, 4 Sektor Ini Jadi Perhatian
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Chrisnawan Anditya mengungkapkan, pemerintah sudah menyiapkan strategi hidrogen nasional yang akan menempatkan hidrogen sebagai kontributor penting dalam transisi energi.
Tidak hanya itu, Chrisnawan juga menyebut kalau hidrogen juga berperan dalam dekarbonisasi sistem energi global. Indonesia sendiri menargetkan tiga hasil yang strategis, di antaranya adalah mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil untuk menjamin kedaulatan dan ketahanan energi.
“Kemudian Indonesia akan mengejar target dekarbonisasi dengan mengembangkan pasar hidrogen domestik. Dan yang ketiga adalah Indonesia akan mengekspor hidrogen dan turunannya ke pasar global untuk mencapai tujuan dekarbonisasi,” kata Chrisnawan dalam webinar Status and Trends of the Hydrogen Economy: Indonesia’s Perspectives and Experiences, Selasa (2/4/2024).
Baca Juga
Lebih lanjut Chrisnawan menerangkan, hidrogen dan amonia rendah karbon memiliki peran untuk empat sektor di Indonesia, yaitu industri, transportasi, ketenagalistrikan, dan komoditas.
“Pertama sektor industri, sebagai substitusi secara bertahap terhadap hidrogen tinggi karbon yang eksisting dan penurunan emisi untuk industri semen dan baja,” ujar Chrisnawan.
Chrisnawan menjelaskan, hidrogen dan amonia rendah karbon yang diproduksi dari sumber energi baru terbarukan (EBT) juga mendukung dekarbonisasi sektor industri dan akan meningkatkan daya saing industri ketika diberlakukan pajak karbon.
Baca Juga
Sementara itu, di sektor transportasi dapat dimanfaatkan untuk kendaraan seperti truk, angkutan berat, dan pelayaran. Selain itu, kendaraan hidrogen juga digunakan sebagai diversifikasi kendaraan elektrik seperti baterai.
Adapun di sektor ketenagalistrikan, Chrisnawan memaparkan bahwa pemerintah mempertimbangkan cofiring hidrogen atau amonia rendah karbon pada pembangkit berbahan fosil pada periode 2030-2050. Kemudian sebagai opsi penyimpanan untuk pembangkit off grid dan opsi teknologi penyimpanan untuk mengatasi curtailment pembangkit EBT.
“Terakhir di sektor yang terkait dengan komoditas, hidrogen dan amonia berpotensi diperdagangkan pada pasar regional dan internasional,” terang Christiawan.
Saat ini hidrogen telah digunakan di Indonesia di sektor industri, terutama sebagai bahan baku pupuk. Konsumsi hidrogen di Indonesia saat ini sekitar 1,75 juta ton per tahun, dengan penggunaan yang didominasi oleh urea (88%), amonia (4%), dan kilang minyak (2%). Sebagian besar penggunaan hidrogen di industri saat ini berasal dari gas alam.

