Motor Listrik SiGAS Elnusa (ELSA) Angkut 618 Ton Sampah di Desa Mundu
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi bagian dari Subholding Upstream Pertamina, memperkuat layanan pengangkutan sampah di Desa Mundu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melalui motor listrik roda tiga. Sejak digunakan pada Oktober 2025, kendaraan tersebut membantu petugas mengangkut sampah dari rumah warga dengan biaya operasional yang lebih hemat.
Program Siap Gerak Angkut Sampah atau SiGAS menjadi bagian dari upaya Elnusa menjawab kebutuhan sarana pengangkutan sampah di desa tersebut.
Senior Manager Corporate Communication & Relation Elnusa Jayanty O. Maulina mengatakan keberlanjutan program menjadi perhatian perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
Baca Juga
Elnusa (ELSA) Optimalkan Sumur 'Idle' dengan 'Hydraulic Workover Unit'
“Kami ingin setiap program yang dijalankan Elnusa benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan manfaatnya tidak berhenti ketika bantuan diserahkan. Melalui SiGAS, kami berharap masyarakat semakin terbantu dalam mengelola sampah sekaligus memiliki kemampuan untuk menjaga keberlangsungan program secara mandiri,” ujar Jayanty dalam keterangannya, Kamis (4/11/2026).
Menurut dia, keberhasilan program tanggung jawab sosial perusahaan terlihat ketika masyarakat dapat terus merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu warga yang merasakan langsung manfaat program tersebut adalah Wahyudi, petugas pengangkut sampah yang setiap hari menyusuri permukiman Desa Mundu. Sebelum adanya kendaraan listrik, Wahyudi dan petugas lainnya harus menyewa minikar untuk mengangkut sampah. Penggunaan kendaraan sewaan membuat biaya operasional meningkat karena pengelola harus mengalokasikan dana untuk sewa dan bahan bakar.
“Dulu, sebelum ada motor listrik ini, kami harus menyewa minikar untuk mengangkut sampah. Biayanya juga lebih besar karena harus membayar sewa kendaraan dan bahan bakar,” kata Wahyudi.
Ia mengatakan kehadiran motor listrik SiGAS membantu pekerjaan petugas dalam mengangkut sampah dari rumah-rumah warga. “Sekarang, dengan adanya motor listrik SiGAS, pekerjaan kami jadi lebih terbantu dan biaya operasional juga lebih hemat karena menggunakan listrik. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk mengangkut sampah dari rumah-rumah warga,” tuturnya.
Layani Ratusan Pelanggan
Berdasarkan pemantauan pengelola selama November 2025 hingga Oktober 2026, kendaraan listrik SiGAS yang dikelola Karang Taruna Desa Mundu sempat melayani hingga 299 pelanggan pada Februari 2026. Pada Oktober 2026, jumlah pelanggan tercatat sebanyak 210 orang yang tersebar di wilayah RT 01 hingga RT 016. Pengangkutan sampah dilakukan setiap dua hari sekali dengan dukungan empat pegawai.
Baca Juga
Elnusa (ELSA) dan Pertamina Rokan Petakan Potensi Migas di Lampung dan Sumsel
Selama periode tersebut, pengelola mencatat sekitar 618 ton sampah basah telah diangkut. Pada Oktober 2026, volume sampah basah mencapai sekitar 42 ton per bulan atau sekitar 2,8 ton setiap dua hari.
Elnusa melihat persoalan sampah tidak cukup diselesaikan melalui pengangkutan dari rumah-rumah warga. Pengembangan SiGAS juga diarahkan untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah sejak dari lingkungan rumah tangga. Program tersebut mencakup edukasi pemilahan sampah, penguatan sistem pelaporan, serta pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM untuk mendorong pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Saat ini, pencatatan kegiatan pengelolaan sampah masih dilakukan secara manual menggunakan buku catatan. Sistem tersebut menjadi bagian dari pengelolaan layanan yang terus dikembangkan bersama masyarakat.
