Nickel Industries Hasilkan Nikel Ramah Lingkungan dengan PLTS
JAKARTA, investortrust.id - Nickel Industries terus berkomitmen menghasilkan produk nikel ramah lingkungan dan sedikit karbon. Salah satu langkah yang ditempuh Nickel Industries adalah berkolaborasi dengan PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA), perusahaan energi terbarukan yang berfokus pada pengembangan energi surya.
Sustainability Manager Nickel Industries, Muchtazar mengatakan, kawasan tambang dan pengolahan nikel yang berada di Morowali, Sulawesi Tengah memiliki potensi energi surya yang besar sehingga sangat memungkinkan untuk operasional produksi nikel.
"Matahari inilah kami melihat kesempatan yang lebih besar untuk Nickel Industries, dan kami senang sekali bisa kolaborasi dengan SESNA yang merupakan provider untuk tenaga surya yang berasal dari Indonesia, dan kami ingin memprioritaskan untuk partner-partner lokal karena kami ingin keberadaan perusahaan bisa berkontribusi positif untuk perkembangan Indonesia," ujar Muchtazar di Jakarta, Selasa (26/09/2023).
Muchtazar menjelaskan, Nickel Industries dan SESNA telah melakukan perjanjian kerja sama untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sejak 2021 untuk kapasitas 200 megawatt.
Sebagai permulaan proyek, menurut dia, Nickel Industries dan SESNA memulainya dengan kapasitas awal 396 kilowatt untuk melihat keunggulan dan kekurangan dari penggunaan tenaga matahari.
Muchtazar menambahkan, penggunaan PLTS tersebut akan memanfaatkan lahan di sekitar area pertambangan, dan energinya disalurkan sebagai campuran untuk pengolahan nikel yang ada di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park.
"Sejauh ini kami sangat puas dengan kolaborasi ini, dan ingin segera meningkatkan kapasitas energi yang dihasilkan dari tenaga surya ini, baik untuk di tambang kami dan smelter kami ke depan," tutur dia.
Dia mengungkapkan, pemanfaatan PLTS sejalan dengan program keberlanjutan yang dijalankan oleh Nickel Industries, khususnya pada pilar lingkungan, di mana pihak Nickel Industries berusaha untuk menghasilkan nikel yang ramah lingkungan atau rendah jejak karbon.
Hemat Biaya
Saat ini, menurut Muchtazar, nikel disebut sebagai logam yang digunakan untuk bertransisi ke renewable energy atau energi baru terbarukan (EBT). Oleh karena itu, diharapkan penggunaan PLTS dapat menghasilkan nikel yang diproses dengan cara berkelanjutan.
Muchtazar juga menampik bahwa operasional yang dikeluarkan untuk penggunaan EBT cukup mahal. PLTS justru bisa lebih menghemat biaya.
"Kerja sama dengan SESNA, energi terbarukan ini bisa diperoleh dengan biaya yang sama atau bahkan lebih murah dari yang konvensional. Jadi sebetulnya dengan menerapkan EBT ini kita bisa berhemat juga dalam jangka panjang," papar dia.
Muchtazar mengemukakan, Nickel Industries bersama SESNA berharap ke depan dapat sepenuhnya menggunakan EBT dalam memproduksi nikel, baik dari sisi pertambangan maupun pengolahannya. (ant)

