Wapres Gibran Apresiasi Bank Sampah Cilacap Kelola Jelantah untuk Energi
Poin Penting
|
CILACAP, Investortrust.id - Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengapresiasi peran ibu-ibu dan komunitas pengelola bank sampah di Cilacap dalam mengumpulkan minyak jelantah (used cooking oil/UCO) yang berpotensi menjadi bahan baku energi, termasuk bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF).
Kegiatan sederhana dari rumah itu mulai terhubung dengan industri energi nasional, sekaligus membuka peluang agar limbah rumah tangga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Baca Juga
Prabowo Teken Perpres 107/2026 Ubah Skema Pengadaan Energi, Pertamina Beli dari BLU
“Saya mengapresiasi peran ibu-ibu dan komunitas di Cilacap yang berkontribusi dalam pengelolaan minyak jelantah. Ini menunjukkan, kegiatan sederhana dari rumah bisa terhubung dengan inovasi energi nasional dan bermanfaat luas bagi masyarakat,” tutur Gibran dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2206).
Menurut dia, pengembangan energi berkelanjutan akan semakin bermakna ketika masyarakat ikut terlibat dan memperoleh manfaat ekonomi dari proses tersebut.
“Pengembangan SAF di Cilacap menunjukkan hubungan saling terkait antara industri, pemeliharaan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat terutama ibu-ibu. Sehingga minyak jelantah yang dikelola bank sampah dapat memiliki nilai ekonomi dan terhubung dengan industri nasional,” ujarnya.
Salah seorang pengelola usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Pertamina, Sri Widowati dari Bank Sampah Beo Asri, menceritakan perkembangan kelompoknya dalam mengelola berbagai jenis sampah di lingkungan masyarakat. Bank Sampah Beo Asri mulai dirintis pada 2012. Pada awalnya, kegiatan kelompok tersebut berfokus pada pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah tangga.
Seiring waktu, kegiatan itu berkembang. Para pengelola mendapatkan edukasi mengenai potensi pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel pada 2023. Dengan pendampingan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Cilacap, Bank Sampah Beo Asri kemudian meningkatkan pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat.
“Dari mengumpulkan yang tadinya sebulan itu karena tidak serius, paling berapa bulan hanya dapat 30 liter. Namun akhirnya meningkat sampai sekarang satu bulan itu bisa sampai 100 kilogram,” papar Wido.
Peningkatan pengumpulan tersebut menunjukkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap minyak goreng bekas. Limbah yang sebelumnya kerap dibuang kini dikumpulkan secara terpisah untuk disalurkan kepada pengelola.
Keterlibatan ibu-ibu dalam bank sampah juga menciptakan ruang kegiatan bersama di lingkungan tempat tinggal mereka. Aktivitas pengumpulan dan pemilahan sampah berjalan seiring dengan upaya menjaga kebersihan kawasan.
“Semangat gotong royong yang tumbuh dari kegiatan bersama ini menjadi salah satu kekuatan dalam mengembangkan inisiatif yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” imbuh Gibran.
Jaringan Bank Sampah di Cilacap
Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman mengatakan sejumlah bank sampah mitra binaan Pertamina di Cilacap telah mengelola berbagai jenis limbah rumah tangga. Kelompok tersebut, antara lain Bank Sampah Beo Asri Tegalreja, Bank Sampah Abhipraya di Kutawaru, Cahaya Asri di Tegalkamulyan, dan Moms Go Green.
“Kelompok ini mengelola berbagai jenis sampah, mulai dari sisa sayuran, sisa makanan rumah tangga, dan daun hingga plastik, botol plastik, kardus, kertas, besi, kaleng, dan kaca. Minyak jelantah juga dikumpulkan secara berkala untuk disalurkan kepada mitra pengelola,” ungkap Taufik.
Pengumpulan minyak jelantah menjadi salah satu bagian dari pengelolaan sampah yang berkembang di tingkat masyarakat. Bahan tersebut dikumpulkan dari rumah tangga sebelum disalurkan kepada mitra pengelola untuk pemanfaatan lebih lanjut.
Baca Juga
Pertamina Perkuat Pasokan BBM dan LPG di Tengah Gejolak Energi Global
Di sisi lain, pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan membutuhkan rantai pasok bahan baku yang semakin luas. Ketersediaan minyak jelantah dari masyarakat dapat menjadi bagian dari rantai tersebut ketika dikelola sesuai kebutuhan industri.
Inisiatif pemberdayaan bank sampah di Cilacap juga berkaitan dengan sejumlah tujuan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk kesetaraan gender, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta kota dan permukiman berkelanjutan.
